Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Prospek Keuangan Inklusif di Indonesia

Gambar
Source: www.merdeka.com ISTILAH keuangan inklusif menjadi tren pasca krisis Amerika Serikat di tahun 2008, terutama didasari dampak krisis kepada kelompok in the bottom of pyramid (pendapatan rendah dan tidak teratur, tinggal di daerah terpencil, orang cacat, buruh yang tidak mempunyai dokumen identitas legal, dan masyarakat pinggiran) yang umumnya unbanked yang tercatat sangat tinggi di luar Negara maju. Disinyalir oleh Bank Dunia, tidak kurang dari 90% penduduk di Negara-negara berkembang belum memiliki akses ke lembaga permodalan. Akibatnya mereka harus berhadapan dengan berbagai kesulitan. Baik untuk keluar dari jeratan kemiskinan, meningkatkan pendapatan, maupun untuk mendiversifikasi usahanya. Fakta sosio-ekonomi inilah yang sebenarnya melandasi visi jasa layanan keuangan noneklusif, universal, dan menjangkau semua golongan. Belum ada definisi yang baku dari istilah keuangan inklusif. World Bank mengartikan keuangan inklusif sebagai sistem jasa