Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Terima Duitku, Nanti Ku Rampok Negaraku!

Gambar
Source: www.tvberita.com HARI itu kebetulan air di rumah saya mati tanpa sebab yang jelas. Setelah saya coba mengecek dan tidak menemukan sebabnya, saya akhirnya menyerah dan meminta bantuan tukang yang biasa memperbaikinya. Kebetulan memang air di rumah sudah beberapa kali rusak. Entah karena kabel yang putus, arus listrik yang mati, atau karena pompa air harus dipancing. Karena yang biasa memperbaiki sedang bekerja di tempat lain, akhirnya saya meminta bantuan bapak tukang yang kebetulan pernah memperbaiki rumah saya beberapa kesempatan terakhir. Dalam sebuah kesempatan saya ikut nimbrung saat tukang sedang memperbaiki mesin air yang rusak. Saya biasa memanggilnya Pak Widi. Pak Widi ini kebetulan ikut membawa anaknya untuk membantu pekerjaaannya. Kebetulan sang anak sudah pulang dari sekolah. Anak tersebut menggunakan sebuah kaos partai. Lalu saya tertarik untuk menanyakan ke Pak Widi. “Pak, besok 9 April 2009, milih partai itu dong?” , ungkap saya sambil menunjuk kaos

Jatuh, Tersenyum dan Bangkit Lagi

Gambar
UNTUK memulai tulisan-tulisan saya yang serius, rasanya butuh tenaga yang ekstra untuk membiasakannya kembali. Maklum, karena kesibukan bisnis kecil yang saya rintis, rutinitas menulis saya sempat vakum lama selama bertahun-tahun. Pernah mencoba menulis kembali di blog, tetap saja ide yang ingin ditulis selalu kalah dengan pesanan-pesanan mitra yang harus diantar. Jadi saya ingin memulai lagi dengan tulisan yang ringan-ringan saja, tapi semoga tulisan-tulisan ini bisa menghadirkan banyak hikmah bagi kita semua. Mengapa saya menyebutnya tulisan-tulisan, karena saya berharap catatan ringan ini bisa berlanjut secara berkala untuk saya posting di blog saya. Berawal dari sebuah kejadian saat saya di minimarket merk franchise yang cukup populer di Indonesia. Saat ingin membayar di kasir, saya cukup lama menunggu antrian karena di depan saya ada seorang ibu dengan dua anaknya sedang membayar. Anak ibu tersebut, saya taksir sang kakak sekolah di bangku menengah pertama, dan s