Minggu, 13 Oktober 2013

Belajar Sukses dari Jose Mourinho

Jose Mourinho
UNTUK kedua kalinya Jose Mourinho menjadi manajer Chelsea. Sebagai fans Chelsea FC, saya sebenarnya tidak mempersoalkan siapa pun manajernya. Bahkan saya berharap Roman Abramovich selaku pemiilik Chelsea, tidak suka mengganti-ganti manajernya meski tidak ada trofi yang diraih setiap akhir musim. Karena menurut hemat saya, kesuksesan tidak bisa diraih secara singkat. Tapi inilah sepak bola, saat ini klub-klub besar Eropa bersaing untuk meraih kesuksesan dengan sebanyak-banyaknya trofi.

Bicara soal Jose Mourinho, barangkali banyak juga yang 'sebel' dengan manajer yang terkenal cukup arogan ini. Saya termasuk orang yang awalnya tidak menyukai Jose Mourinho karena sifat arogannya. Sayangnya, sikap arogan yang ia perankan selama ini memang ia buktikan dengan sejumlah kesuksesan yang dilakukan saat menukangi beberapa klub besar di Eropa. Porto, Inter Milan, Chelsea dan Real Madrid sudah merasakan polesan tangan dinginnya. 

Ketidaksukaan saya sebenarnya bertambah ketika ia datang di periode keduanya melatih Chelsea. Apa soal? Sebabnya adalah karena pemain favorit saya Juan Mata yang menjadi pemain terbaik Chelsea dua musim berturut-turut jarang dimainkan. Namun karena banyak kritikan, akhirnya ia mulai memainkan lagi Juan Mata. Mata pun tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan Mourinho. Dan saya pribadi kembali respek terhadap Jose Mourinho.

Terlepas dari persoalan itu, kita sebenarnya sedang membicarakan bagaimana ia bisa meraih sukses seperti sekarang. tidak ada yang tau jika Jose Mourinho awalnya hanya seorang penerjemah bahasa Sir Bobby Robson. Bisa dikatakan, kesuksesan yang ia raih karena ia banyak belajar dari Bobby Robson saat melatih banyak klub. Selain itu karena sifatnya yang mau belajar serta kemauan kuatnya sehingga ia bisa menjadi pelatih seperti sekarang.

Kita semua sebenarnya bisa belajar banyak dari Jose Mourinho. Saat ini bisa jadi hanya menjadi karyawan di sebuah perusahaan kecil ataupun besar, tapi kita harus mencontoh kemauan kuat Mourinho untuk menggapai cita-citanya bahwa ia pun bisa sukses menjadi pelatih meski tidak pernah menjadi pemain. Jadi, buat teman-teman semua yang saat ini masih bekerja untuk orang atau mengerjakan pekerjaan yang kecil teruslah berusaha agar kita bisa mencapai mimpi-mimpi sesuai passion kita. Yakinlah Anda bisa menjadi sukses seperti Mourinho di bidang yang Anda lakukan. []

1 komentar:

jual mesin las mengatakan...

info yg menarik, keep posting :)

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...