Selasa, 14 Agustus 2012

Belajar Menulis Buku di Panti Asuhan Khoirunisa'

Edo Segara saat memberi materi
Selasa (7/8), “Senyum Community” kembali mengadakan kegiatan “Senyum Ceria Ramadahan” yang kali ini merupakan agenda ke – 10 dan bertempat di Panti Asuhan Khoirun Nisa’. Acara bertajuk “Semangat Menulis” ini menghadirkan tokoh kepenulisan yang berpengalaman di bidangnya, yaitu Mas Edo Segara. Seperti kegiatan SCR yang sebelumnnya SCR#10 kali ini pun berlangsung menarik dan di sambut dengan penuh kegembiraan santri.

Santri belajar menulis cerpen
Kegiataan di awali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh santri dan perkenalan awak “Senyum Comunnity” dan aktifitasnya. Sebelum memasuki sesi materi pemateri membagikan buku gratis kepada para santri berjudul "Menulis, Tradisi Intelektual Muslim." Penyampaian mengenai biografi dan sedikit cerita mengenai kilas balik perjalanan kepenulisan Mas Edo menjadi awal pembuka penyampaian materi SCR#10 yang mana beliau awalnya merupakan seorang pegawai yang jenuh akan rutinitasnya dan tidak mampu meluangkan waktu untuk keluarga dan akhirnya memutuskan konsen menulis dan berwiraswasta. Beliau menyampaikan pula mengenai fenomena dunia kepenulisan di Indonesia yang cenderung tidak dapat mengappresiasi karya tulis dan penjiplakan menjadi suatu hal yang lazim.

Memasuki pertengahan acara kegiatan menjadi tambah meriah ketika Mas Edo menyampaikan sebuah kunci sukses dalam kehidupan. Emmm, kira – kira apa ya? Dan yang mencengangkan ternyata kuncin suksesnya adalah MENIKAH MUDA, para santri menyambut dengan tawa riang. Begitu pun kami para pejuang senyum, ini merupakan ilmu baru yang unik. Namun tetap perlu kita cermati ya, karena ini merupakan sebuah pendapat yang memiliki nilai subjektifitas.
 
Yang beruntung mendapatkan hadiah
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat jam di dinding sudah menunjukan pukul 17.25 WIB. Nah, pada sesi akhir inilah para santri mendapatkan kesempatan mengekspresikan bakatnya. Mas Edo meminta para santri untuk membuat sebuah cerita dengan mengintepretasikan sebuah gambar dari dua buah gambar yang ada. Dan, sebagai bentuk apresiasi kami memberikan hadiah kepada santri yang dinilai oleh panitia tulisannya memiliki nilai lebih. Dan dua santri tersebut adalah Febi Dwinastiti serta Iroh yang mendapat hadiah menarik, yaitu berupa t-shirt dari Dagadu. Tepuk tangan pun mewarnai ketika nama mereka di panggil.

Ketika masih dalam suasana bahagia, kebahagiaan menjadi bertambah ketika waktu yang di nantikan pun tiba, yaitu waktu berbuka. Sholat berjama’ah dan berbuka bersama menutup acara SCR#10 kali ini. []

Sumber: www.senyumkita.com dengan sedikit perubahan

Senin, 06 Agustus 2012

Belajar Flash Fiction di Panti Asuhan Nurul Yasmin

Dwi Suwiknyo
YOGYA – Lawatan Senyum Community dan Sekolah Menulis Gratis (SMG) yang ketiga terus berlanjut di Panti Asuhan Nurul Yasmin (31/7). Kebetulan Panti Asuhan ini anak-anaknya semua putri yang berjumlah 50 orang. Dalam kesempatan kami yang ketiga ini, pelatihan menulis diasuh oleh Mas Dwi Suwiknyo. Mas Dwi Suwiknyo adalah salah satu writerpreuner yang cukup produktif dalam menulis. Meski baru memulai menulis di tahun 2006, penulis sudah menghasilkan lebih dari dua puluhan karya. Selain itu ia adalah pengelola Pesantren Penulis yang ia dirikan sendiri. Mas Dwi Suwiknyo mulai belajar menulis sejak SMP di Pondok tempatnya belajar dan mengaji.

Mas Dwi sedang memberi materi
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dwi mengajarkan anak-anak Nurul Yasmin belajar menulis flash fiction. Flash fiction adalah karya fiksi yang sangat singkat, bahkan lebih ringkas dari cerita pendek. Walaupun tidak ada ukuran jelas tentang berapa ukuran maksimal sebuah flash fiction. Umumnya karya ini lebih pendek dari 1000 atau 2000 kata. Rata-rata flash fiction memiliki antara 250 sampai 1000 kata. (Sebagai perbandingan, ukuran cerita pendek berkisar antara 2000 sampai dengan 20.000 kata. Rata-rata panjangnya antara 3000 dan 10.000 kata).

Anak-anak Nurul Yasmin
Saat mengajarkan flash fiction, Mas Dwi Suwiknyo membagi anak-anak Panti Asuhan Nurul Yasmin menjadi beberapa kelompok. Dan masing-masing orang dalam kelompok diberi tugas membuat kalimat dengan pentunjuk clue (petunjuk) satu kata. Nantinya dari kalimat-kalimat ini akan digabungkan menjadi sebuah cerita. Lalu, setelah selesai masing-masing anak diminta maju untuk membacakan yang mereka tulis dan dinilai oleh juri. Alhasil, anak-anak Panti Asuhan Nurul Yasmin banyak yang jago membuat flash fiction.

Lawatan kali ini juga sangat spesial, karena acara training menulis dan buka bersama ini diliput langsung acaranya oleh Jogja TV. Dan kemarin Sabtu (4/8) pukul 16.00 WIB disiarkan secara tunda di stasiun Jogja TV. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Dimas dan Diajeng Kota Yogyakarta. Di ujung acara, para anak-anak panti asuhan, panitia, dan kru Jogja TV ikut berbuka bersama. Alhamdulillah. []