Minggu, 29 Juli 2012

Belajar Menulis Asyik di Panti Asuhan Mafaza

Kang Arul Sedang Memberi Materi
YOGYA – Pada lawatan training menulis dan buka bersama yang kedua (26/7), Senyum Community dan Sekolah Menulis Gratis (SMG) mengunjungi Panti Asuhan dan Dhuafa Al-Mafaza Kota Yogyakarta. Mengapa kami memilih Al-Mafaza? Karena Panti ini termasuk baru dan anak-anaknya banyak yang mempunyai keinginan kuat dalam menulis. Dalam perencanaan jadwal, pemateri yang akan mendampingi anak-anak panti asuhan dalam belajar menulis adalah Mas Rachmanto.

Sehari sebelumnya saya disms oleh Kang Arul yang kebetulan sedang berada di Kota Gudeg untuk keperluan studinya. “Saya sudah di Jogja. Kalau ada acara nulis dalam waktu dekat, kontak aja…”, begitu is sms Kang Arul di HP saya. Tanpa berfikir panjang, lalu saya berinisiatif untuk menggabungkan kedua pemateri ini dalam kesempatan lawatan kedua. Namun ketika acara akan berlangsung, ternyata kedua pemateri saling tunjuk untuk memberi kesempatan satu sama lain agar mengisi acara. Setelah diskusi singkat, akhirnya Kang Arul maju untuk memberi materi. Dengan harapan, setelah Kang Arul selesai, Mas Rachmanto akan menambahkan tentang peluang menulis.

Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mafaza
Dalam kesempatan tersebut, Kang Arul ternyata tidak banyak memberi materi teori tentang menulis, bahkan tidak ada sama sekali. Kang Arul justru menyampaikan slide bergambar dan games simulasi agar teman-teman panti asuhan bisa termotivasi menulis.

Games pertama, Kang Arul membuat peserta menjadi kelompok-kelompok kecil. Setelah itu Kang Arul menunjukkan slide gambar agar diintrepretasikan oleh anak-anak panti asuhan Al-Mafaza dan dituliskan dalam sebuh kertas. Hasilnya, banyak pikiran anak-anak Al-Mafaza yang di luar kebiasaan dalam mengintrepretasikan gambar tersebut. Menurut Kang Arul, ini potensi dalam menulis. Karena kalau menulis hal-hal yang biasa saja, orang sudah banyak melakukan.

Games kedua, Kang Arul masih menunjukkan gambar yang sama dan peserta diminta untuk merangkai cerita dari gambar-gambar yang diliat. Anak-anak pun terlihat antusias untuk merangkai cerita dari gambar tersebut. Dan di games yang terakhir, masing-masing anak dalam kelompok diminta untuk membuat kalimat dalam waktu tiga menit dengan clue (petunjuk kata) yang dikasih oleh Kang Arul. Alhasil, kalimat-kalimat yang terkumpul menjadi sebuah puisi. Dan kelompok yang terbaik, diberi doorprize oleh panitia.

Santri Mafaza
Dalam closing statement-nya, Kang Arul menyimpulkan: “Ternyata kita semua sebenarnya punya potensi dalam menulis. Ide menulis juga bisa datang sendiri dan bisa dicari. Untuk menjadi penulis profesional, kita harus mencari ide menulis. Jangan menunggu ide datang saja”, tambah Kang Arul.

Setelah training selesai, Kang Arul memberi kesempatan kepada Mas Rachmanto untuk menambahkan materi terkait peluang-peluang dalam menulis. Namun, karena waktu sudah dekat dengan waktu maghrib, akhirnya panitia melanjutkan dengan games-games dan pertanyaan yang berhadiah. Setelah selesai acara, anak-anak panti asuhan dan panitia berdoa sebelum berbuka, lalu menunaikan sholat Maghrib berjama’ah dan dilanjutkan dengan makan besar. Alhamdulillah. []

Senin, 23 Juli 2012

Belajar Menulis dan Buka Bersama di Panti Asuhan Al-Islam


Mas Yusuf Maulana
YOGYA – Ahad (22/7), Senyum Community dan Sekolah Menulis Gratis (SMG) melakukan lawatan kegiatan pertamanya di Panti Asuhan Al-Islam, Tambak Bayan, Sleman. Kegiatan yang dilakukan ini berupa training menulis dan buka bersama buat anak-anak Panti Asuhan. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Berbagi Semangat Menulis.” Untuk lawatan pertama ini, kegiatan training menulis didampingi oleh Yusuf Maulana, seorang kolumnis dan konsultan buku profesional. Sebelum resign dari tempat kerjanya, Yusuf Maulana merupakan Kepala Editor Penerbit Pro-U Media. Penerbit ini banyak melahirkan penulis-penulis muda yang berbakat dan buku-bukunya pun banyak yang masuk dalam kategori best seller.
Santri Putra PA Al-Islam

Dalam lawatan pertama tersebut, Yusuf Maulana memotivasi anak-anak panti asuhan agar memulai untuk membuat karya, agar anak-anak Panti Asuhan Al-Islam bisa lebih berkembang dan Panti Asuhan Al-Islam bisa dikenal lebih luas di kalangan masyarakat. “Karya tersebut bisa apa saja, bisa dalam bentuk puisi, lukisan, menulis di Koran, menulis buku dan masih banyak lagi”, ungkapnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Yusuf Maulana berbagi beberapa modal untuk bisa memulai menulis. Modal pertama untuk bisa memulai menulis adalah menuliskan cerita. Ya, bercerita merupakan modal untuk menulis. Tentunya di sekitar kita banyak cerita pribadi atau orang lain yang bisa kita tulis. “Barangkali, cerita-cerita tersebut bisa bermanfaat dan diambil hikmahnya oleh orang lain”, tambahnya.

Modal kedua untuk memulai menulis adalah suka berimajinasi. Bagi kita yang mempunyai imajinasi yang kuat dan positif bisa menjadi modal untuk menulis. Karya-karya fiksi berangkat dari banyak imajinasi penulis-penulis di Indonesia. Sebut saja Habibburahman El-Shirazy atau yang akrab disapa Kang Abik. Ia bisa melahirkan karya fenomenal berupa cerita fiksi berjudul “Ayat-Ayat Cinta.”

Modal ketiga untuk memulai menulis adalah suka berkenalan dan bersilaturahim dengan orang lain. Suka berkenalan ini bisa diartikan suka bersilaturahim dengan teman-teman media dan orang-orang baru. Tak perlu sungkan-sungkan, kita harus akrab dengan teman-teman media (Koran, radio, televisi) agar tau caranya bisa berkarya di media.

Santri Putri PA Al-Islam
Modal keempat untuk bisa memulai menulis adalah nekat dan berani bermimpi. Ya, nekat dan berani bermimpi. Dengan berani bermimpi, tentu akan memotivasi kita untuk berusaha lebih kuat. Kalau kita bisa bermimpi menjadi penulis yang bisa keliling dunia, insya Allah hal itu akan terwujud. Banyak penulis yang akhirnya bisa berbagi ke banyak ke Negara hanya karena menulis buku. Sebagai contoh kita bisa melihat Pak Fauzil Adhim, Pak Solikhin “Zero To Hero”. Mereka pada akhirnya bisa keliling dunia karena awalnya punya impian dan cita-cita yang besar.

Setelah pemaparan materi selesai, Yusuf Maulana mengajak teman-teman panti asuhan untuk menuliskan cerita di sebuah kertas. Dari cerita-cerita singkat tersebut, oleh Yusuf Maulana dinilai anak-anak Panti Asuhan Al-Islam sebenarnya banyak yang berbakat menjadi penulis. Hanya saja perlu latihan terus-menerus dan kerja keras tanpa kenal menyerah, tambah Yusuf Maulana.

Acara ini dilanjutkan dengan sholat maghrib bersama kemudian diteruskan dengan berbuka puasa bersama. Training menulis ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Senyum Ceria Ramadhan 1433 H. Selain training menulis, Senyum juga mengadakan pelatihan wirausaha, wisata bisnis, dan masih banyak lagi kegiatan yang diadakan untuk anak-anak Panti Asuhan yang ada di DIY dan Jateng. Kegiatan training menulis selanjutnya masih berlanjut keliling panti asuhan yang ada di Yogyakarta. [] 

Jumat, 20 Juli 2012

Sistem Franchise (Waralaba) Halal?

Info franchise, follow : @OmegaBubur

"Bahwasannya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang jual-beli yang bersifat untung-untungan (gharar)."  
(HR. Muslim)

BANYAK pengusaha baru yang memilih membeli franchise (waralaba) daripada memulai usaha baru dari awal. Tidak usah pusing-pusing memikirkan apa yang harus Anda jual, bagaimana, dan tanpa perlu membangun brand khusus untuk usaha Anda. Sekejap Anda dapat memiliki unit usaha, dengan menjual barang atau jasa yang telah dikenal di masyarakat luas dan dengan menggunakan merek yang telah tenar pula. Sehingga dalam memasarkannya relatif cukup mudah.

Bisnis waralaba adalah langkah yang baik dalam memulai usaha karena untuk melalui prosesnya, pemilik waralaba yang bekerja keras untuk Anda. Mereka sudah memiliki model usaha yang teruji, panduan baku (SOP) untuk menjalankan usaha, dan menghabiskan jutaan rupiah untuk membangun brand dan tetek bengeknya.

Bagi Anda yang ingin berusaha namun tidak mempunyai modal yang terlalu besar, bisnis waralaba bisa menjadi pilihan. Memulai bisnis waralaba sesungguhnya pekerjaan yang sangat mudah. Karena Anda hanya membeli sebuah usaha yang sudah mapan. Namun untuk suksesnya bisnis waralaba yang akan Anda pilih, Anda harus paham betul bisnis dan sistem waralaba. Belum lagi, ternyata banyak sistem waralaba yang ditawarkan di pasaran tidak syar’i. Nah, tulisan ini bermaksud mengurai persoalan-persoalan yang ada di dalam sistem waralaba dan berkembang saat ini. Tapi sebelum jauh membahas persoalan dalam waralaba, ada baiknya kita mengenal dulu waralaba itu apa?

Tentang Waralaba

Secara harfiah waralaba berarti hak untuk menjalankan usaha (bisnis) di daerah yang telah ditentukan. Macam waralaba yang umum dijalankan berupa bisnis, di mana pemberi lisensi waralaba telah mengembangkan produk atau jasa dan keseluruhan sistem distribusi (pengantaran) serta pemasaran produk atau jasa dalam transaksi. Dan sistem waralab yang berkembang pesat di Negara-negara industri maju saat ini, bergerak di bidang retail maupun rumah makan siap saji.

Di Indonesia, pengaturan tentang waralaba diatur melalui Peraturan Pemerintah RI No 16 Tahun 1997. Rumusannya adalah sebagai berikut:

(1). Waralaba adalah perjanjian dimana salah satu pihak yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak kekayaan intelektual (HKI) atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan, berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa.

(2). Pemberi waralaba (franchisor) adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak HKI atau penemuan atau cirri khas usaha yang dimilikinya.

(3). Penerima waralaba (franchisee) adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan HKI atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. HKI dalam waralaba meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Selanjutnya, ciri khas usahanya antara lain sistem manajemen serta cara penjualan atau penataan atau cara distribusi.

(4). Jenis waralaba dibagi menjadi dua, yakni waralaba luar negeri dan waralaba dalam negeri. Sebelum mewaralabakan usaha, setiap pengusaha mendaftarkan terlebih dahulu merek dagangnya ke kantor merek di Ditjen HKI Indonesia dan pengawasan waralaba dilakukan oleh Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperedagkop) masing-masing daerah tempat usaha dibuat.

Persoalan Dalam Waralaba  

Beberapa hal yang perlu dipersoalkan secara hukum syari’at dalam waralaba adalah sebagai berikut: 

Pertama, pihak terwaralaba telah membayar uang sewa hak intelektual dan berbagai layanan  yang diberikan  oleh pewaralaba (franchisor). Dengan demikian, seharusnya ia tidak lagi memungut bagi hasil bulanan dari keuntungan pihak terwaralaba. Adanya pungutan fee bulanan ini, menjadikan nominal nilai sewa hak-hak intelektualnya tidak jelas, atau yang disebut dengan gharar. Dan Anda telah mengetahui bahwa adanya gharar (ketidak-jelasan) pada suatu akad menjadikannya terlarang dalam syari’at. Abu Hurairah RA. Mengisahkan: "Bahwasannya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang jual-beli yang bersifat untung-untungan (gharar)"  (HR. Muslim). Hadits ini, walaupun secara khusus berbicara tentang hukum jual-beli, namun larangan ini berlaku pula pada akad-akad komersial lainnya. 

Kedua, persoalan yang lain adalah fee yang diambil pewaralaba dihitung dari keuntungan kotor, bukan dari keuntungan bersih. Ketentuan ini sudah barang tentu sangat membebani pihak terwaralaba.

Solusi Persoalan Waralaba

Sebagai solusi atas dua hal yang menjadi permasalahan pada akad waralaba, maka kedua belah pihak terkait, dapat memilih satu dari beberapa opsi berikut:

Pertama, menerapkan Akad Serikat Dagang. Dengan opsi ini, pihak pewaralaba yang bermodalkan hak kekayaan intelektualnya (baca: merk dagang), bersinergi dengan pihak terwaralaba yang bermodalkan dana. Sebagai konsekuensinya, kedua pihak membuat kesepakatan dalam penentuan nilai sewa hak kekayaan intelektual selama batas waktu tertentu. Dengan demikian komposisi modal masing-masing jelas, sebagaimana hak dan kewajiban keduanya-pun telah jelas. Selanjutnya setiap keuntungan yang didapatkan, dibagi ke masing-masing pihak berdasarkan kesepakatan. Agar lebih mudah memahami, mari kita perhatikan ilustrasi berikut: 

Kedua, Sewa Hak Kekayaan Intelektual. Pada opsi ini, pihak pewaralaba memungut uang sewa atas penggunaan hak kekayaan intelektualnya yang berupa merek dagang, dan lainnya, selama batas waktu yang disepakati pula. Namun sebagai konsekuensi opsi ini, pewaralaba tidak berhak mendapatkan fee dari keuntungan usaha. Dengan menerapkan satu dari kedua opsi ini, maka kedua permasalahan yang dipersoalkan di atas dapat dihindarkan, sehingga dapat memenuhi ketentuan syari’at dalam serikat usaha atau sewa-menyewa.

Opsi manapun pilihan Anda, maka pada tahapan aplikasinya, pihak pewaralaba harus benar-benar  mentransfer semua sistem, teknologi, dan manajemen usaha yang berlaku. Ketentuan ini bertujuan agar akad waralaba tidak menipu konsumen, sehingga merek dagang yang disewakan kepada pihak terwaralaba bukan sekedar nama kosong. Merek dagang yang selama ini mewakili sistem kerja, teknologi pengolahan dan mutu barang atau layanan, benar-benar didapat oleh konsumen, sehingga tidak ada unsur penipuan.
 
Penutup

Pembaca yang budiman, aplikasi sistem waralaba yang berjalan di masyarakat tidak sewarna, masing-masing memiliki ciri khas yang membedakan dari sistem serupa lainnya. Bisa jadi di lapangan anda menemukan sistem waralaba yang sedikit berbeda dari apa yang saya utarakan di atas. Meskipun  demikian, garis besar sistem waralaba telah saya paparkan di atas. Dan menurut pertimbangan kaedah-kaedah umum dalam syari’at Islam, kedua kritikan yang saya paparkan cukup menjadi pertimbangan untuk mengkaji ulang praktek waralaba yang ada. Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua. Wallahu a’alam []

Kamis, 12 Juli 2012

Jangan Mau Kena Rayuan Investasi Bodong!

Sumber foto: www.antaranews.com
1. Saat ini marak sekali kasus penipuan berkedok investasi. Saya ingin tweet sedikit tentang #InvestasiBodong

2. Yang paling mutakhir adalah kasus penipuan yang dilakukan Koperasi Langit Biru. Entah ini ada hubugannya apa tidak dengan partai biru :p #InvestasiBodong

3. Kasus Koperasi Langit Biru berawal dari laporan Kementrian Koperasi & UKM yang mengatakan Koperasi tersebut sedang dalam masa pengawasan #InvestasiBodong

4. Di Jogja bahkan banyak koperasi yang mengusung syariah namun melakukan penipuan. Semoga ini hanya oknum, tidak di tempat lain #InvestasiBodong

5. Koperasi syariah (BMT) yang bermasalah di DIY bahkan berjumlah sekitar 10% dari yang ada #InvestasiBodong

6. Di antaranya : BMT Amratani (kerugian masyarakat mencapai Rp 32 Miliar), BMT Isra (kerugian masyarakat mencapai Rp 51 Miliar), BMT Hilal (kerugian masyarakat mencapai Rp 22 Miliar) #InvestasiBodong

7. Ada juga kasus Direksi BMT yang dipenjarakan karena menggelapkan dana nasabah 2-3 Miliar. Namun BMT masih bisa jalan setelah disuntik dana. Kalau tahu BMT ini, mending jauhi :D #InvestasiBodong

8. Baik koperasi konvensional ataupun koperasi syariah, motifnya sama dalam penipuan berkedok invetasi ini #InvestasiBodong

9. Mengapa ada celah di koperasi? Karena lembaga ini pengawasannya kurang begitu ketat oleh dinas terkait. Tidak seperti bank, yang diawasi secara ketat oleh Bank Indonesia (sekarang OJK) #InvestasiBodong

10. Bank saja yang pengawasannya begitu ketat dari Bank Indonesia tetap saja kecolongan. Kita bisa liat contoh kasus BLBI dan Century #InvestasiBodong

11. Koperasi diperkenankan untuk membuka unit-unit usaha lain di luar kegiatan utamanya (simpan dan pinjam). Sedangkan Bank tidak dibolehkan #InvestasiBodong

12. Menurut hemat saya yang menjadi problem utama di dalam koperasi adalah ketika koperasi dibolehkan membuka usaha di luar kegiatan utamanya #InvestasiBodong

13. Terjadi conflict interest ketika koperasi dibolehkan membuka usaha lain di luar kegiatan utama. Dana nasabah diputar untuk unit usaha koperasi atau usaha pribadi #InvetasiBodong

14. Ada positifnya, ketika usaha lancar akan menambah profit dan bagi hasil nasabah. Namun kalau rugi, apakah ada perjanjian dengan nasabah untuk menanggung bersama-sama? #InvetasiBodong

15. Saya banyak menemukan koperasi-koperasi dan BMT di Jogja ambruk karena punya unit usaha lain di luar koperasi #InvestasiBodong

16. Jika ada koperasi (konvensional atau syariah) berani menawarkan bunga atau bagi hasil mencapai 5-10%. Menurut saya ini SANGAT tidak masuk akal, apalagi ada yang sampai 20-30%. Berapa mereka jual ke masyarakat lewat kredit (pembiayaan)?  #InvestasiBodong

17. Di bank saja bunga di angka kurang dari 1%, BPR mencapai 1%, di koperasi yang wajar 1,2-1,5%. Jika ada yang menawarkan 5-10%, jangan percaya! #InvestasiBodong

18. Adakah koperasi yang SUKSES tidak punya usaha lain selain usaha utamanya? Jawabannya ADA, contoh di Jogja BMT Beringharjo. Asetnya sekarang 68 Miliar! #InvestasiBodong

19. Pengawasan keuangan di bank per-3bulan, di Koperasi paling bagus per-6bulan bahkan ada yang 1 tahun sekali. Ini menjadi celah buat pengelola buat laporan keuangan fiktif! #InvestasiBodong

20. Apakah kasus #InvestasiBodong ini hanya terjadi di Koperasi? Di perusahaan yang menawarkan jasa investasi juga banyak penipuan. Mereka tawarkan 5-30%.

21. Kita harus kenal jenis usahanya jika ada tawaran investasi. Investasi bisnis pakaian & makanan misalnya, sangat mungkin mencapai 10% keuntungannya  #InvestasiBodong

22. Bisnis property untungnya bahkan 20-30%. Telusuri dulu jenis usahanya, jangan langsung percaya!  #InvestasiBodong

23. Anda juga harus siap rugi jika usaha bangkrut/tidak lancar. Jangan hanya mau menikmati bagi hasil keuntungan saja. Hati-hati riba! #InvestasiBodong

24. Banyak tawaran #InvestasiBodong itu sebenarnya tidak jelas skema investasinya. Kalaupun ada, hanya dalam penjelasan atau di brosur.

25. Calon nasabah harus memastikan skema investasinya seperti apa dan melakukan verifikasi. Jangan sampai tertipu #InvestasiBodong !

26. Khususnya transaksi komoditi (forex, indeks pasar, emas) kerap dicatut dalam modus penipuan. Ini karena ketidaktahuan masyarakat tentang perdagangan berjangka #InvestasiBodong

27. Bursa berjangka sendiri pada hakekatnya adalah perdagangan, sehingga investor memang harus benar-benar paham seluk-beluk trading, tidak bisa sepenuhnya percaya dana dikelola oleh pialang tertentu! #InvestasiBodong

28. Dalam bursa berjangka, apabila ragu bisa mengeceknya di website BAPPEBTI. Jika tidak terdaftar nama pialang (perusahaan), maka dipastikan mereka belum ada ijin operasional! #InvestasiBodong

29. Usaha itu mulai dari yang kecil, jangan pernah berfikir bisa kaya dengan cara-cara yang instan. Untung kecil yang penting berkah! #InvestasiBodong

30. Supaya hati-hati dengan Riba, boleh juga baca buku saya "Awas Riba Terselubung di Bank Syariah" dan memilih usaha serta investasi yang aman baca buku "Resign & Get Rich!" #InvestasiBodong

31. Semoga saya diijinkan oleh Allah membuat buku tentang #InvestasiBodong, supaya tidak banyak lagi memakan korban. Doakan ya? :)