Sabtu, 09 Juni 2012

Minta Racun Resign ???

Om @EdoSegara mbok sy diracuni utk resign..bosan boooo jd pegawaaaaiii”, begitu salah satu follower saya, Mbak Lucy Pravitasari (@lucyprav) di twitter mention saya. He... menurut saya, bukan hanya Mbak Lucy yang mengalami hal serupa. Banyak di kalangan pegawai merasakan hal yang sama dengan Mbak Lucy, yakni rasa jenuh dan bosan dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Namun, jika alasan Anda resign karena perasaan jenuh dan bosan menurut saya kurang tepat. Mengapa? Karena kalau hanya bosan, anda bisa meminta ke Perusahaan Anda untuk dirotasi pekerjaannya di bagian lain. Atau Anda juga bisa meminta cuti berlibur atau outbond untuk menghilangkan kejenuhan bekerja.

Lah, terus apa dong alasan yang tepat buat resign? Motivasi dalam resign harus kita tanyakan ulang dalam diri kita, karena motivasi resign sangat menentukan seberapa kuat Anda bertahan untuk terus konsisten meretas jalan yang Anda pilih. Tanyakan dalam diri Anda, apakah niat Anda resign karena bosan jadi karyawan, gaji tidak cukup, ikut-ikutan atau pertentangan batin? Semua motivasi ini menurut Saya salah. 

Motivasi resign yang benar adalah pertama karena kebebasan diri dimana Anda bisa mengatur waktu, mengambil keputusan, aktualisasi diri dll. Yang kedua, motivasi yang benar adalah kontribusi pribadi. Yang dimaksud disini adalah kita resign karena ingin berkontribusi secara maksimal dalam bidang yang kita cintai.

Ketika pekerjaan kita tidak lagi menjadi rekreasi, maka harus kita putuskan segera untuk ambil tindakan. Memilih untuk tetap bertahan menjadi karyawan? Atau menjadi karyawan tetapi juga membuka usaha sampingan, atau secara ekstreem Anda memutuskan resign dari pekerjaan untuk berwirausaha sendiri?

Buku saya @EdoSegara
Jika keputusan Anda adalah ingin resign, kita tidak boleh gegabah. Saat resign dari pekerjaan, kita harus menyiapkan segalanya. Tidak waton keluar, karena pasti Anda memiliki keluarga toh? Jika pun tidak, masak Anda kembali minta uang dengan orangtua Anda? Atau jika istri Anda yang bekerja, Anda tidak malu memakai uangnya?

Menurut hemat penulis, keputusan resign harus dibarengi dengan persiapan yang baik dan mental yang kuat. Karena ada dua kemungkinan ketika Anda resign, yakni Anda bisa sukses atau jobless! Tentu pilihan sukses yang Anda pilih kan?

Maka, sebelum mengambil keputusan saat resign, ada beberapa warning dan persiapan yang perlu Anda lakukan. Ada beberapa buku yang bisa dibaca untuk memotivasi Anda dalam persiapan resign di antaranya adalah. (1). Tentu saja buku saya, ”Resign and Get Rich!” (promosi, he...). (2). Buku ”Quantum Resign” karya Pak Sonny B. Sofjan. (3). Buku "Untuk Indonesia yang Kuat; 100 Langkah Untuk Tidak Miskin" karya Bu Ligwina Hananto. Alla kuli hal, semoga pilihan Anda tidak salah. Sukses buat Anda! []

Tidak ada komentar:

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...