Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

KAMMI UII-KAMMI Sleman Selenggarakan Training Jurnalistik

Gambar
Bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran jalan Kaliurang km. 14, 5 Sleman, para aktivis yang tergabung dalam wadah bernama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menghelat acara bertajuk peningkatan intelektual “Training Jurnalistik”. Terselenggaranya acara ini adalah atas kerjasama sesama departemen Hubungan Masyarakat (Humas), yaitu antara KAMMI komisariat Universitas Islam Indonesia (UII) dan KAMMI daerah Sleman. Acara yang dihelat untuk mahasiswa umum ini dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi dari UII dan UNY. Ini adalah salah satu bentuk kontribusi KAMMI dalam rangka memberikan kebermanfaatan (fasilitator amar makruf ) pada sesama mahasiswa. Sekadar informasi, bahwa KAMMI UII sebelumnya juga mencoba menjadi fasilitator amal yaitu dengan mengadakan “Aksi Sosial untuk Sorong yang Terbakar”. Aksi ini berupa penggalangan bantuan untuk korban kebakaran di Rufei, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat yang mayoritas muslim. Diadakan selama tiga hari (22-24 Mei) di area boulev

Tribute To Hj. Badriah

Gambar
Nenek, no. 2 dari kiri “ Tak satu makhluk hidup pun mengetahui kapan datang ajalnya. Manusia mengadakan persiapan selama seratus tahun. Tapi tidak tahu bahwa ajalnya menghampiri menit berikutnya.” (Syair yang dikutip oleh Khawaja Muhammad Islam dalam bukunya “ Mati Itu Spektakuler”) TEPAT pukul 20.46 saya melihat sebuah panggilan masuk telpon yang berasal dari Ibu saya. Karena saya baru melihat Handphone, lalu saya balik sms Ibu saya: “Ada apa mah?” , begitu kata-kata sms yang saya kirimkan ke Ibu saya. Tak lama kemudian Ibu saya menelpon. Tanpa basa-basi, Ibu saya bilang kalau Nenek saya sudah meninggal. Saya cuma kaget terdiam sembari tak percaya. Padahal baru seminggu yang lalu saya baru pulang menjenguk Nenek saya tersebut. Memang kondisi terakhir yang saya temui, beliau sangat memprihatinkan. Berbeda dua bulan sebelumnya saat saya juga menemuinya. Seminggu yang lalu saat saya temui, kondisi almarhumah sangat kurus dan beliau bahkan sudah tidak ingat siapa saya

Saling Rela dan Ridho (Antaroddin)

Gambar
DALAM perjalanan menuju Lampung, bus yang Saya tumpangi cukup lama menunggu di Pelabuhan Merak untuk masuk ke kapal Feri. Tak lama, ada seorang tukang koran yang masuk ke dalam bus menawarkan sebuah koran kepada Saya. Tanpa berfikir panjang, Saya memilih salah satu koran nasional dan menyerahkan uang Rp. 20.000 karena ingin membaca informasi terbaru hari itu. Setelah dikembalikan, Saya hitung uang kembalian hanya Rp. 16.000. Padahal di koran tertera harganya hanya Rp. 3.000. Saya panggil lagi tukang koran tersebut, karena dia kurang memberi kembalian ke Saya sebesar Rp. 1.000. Siapa sangka, ternyata tukang koran tersebut cuek saja setelah Saya panggil, dan ngeloyor pergi begitu saja. Pada kesempatan lain, kejadian di atas terjadi lagi saat Saya sudah berada di Kota Lampung. Lagi-lagi Saya membeli sebuah koran atau tabloid olahraga yang rutin terbit setiap hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Meski tidak berlangganan, Saya cukup rutin membeli tabloid tersebut. Saya semakin semangat

Makanan Kaki Lima, Harga Restoran

Gambar
Umi sama Faiq di Simpang Lima Semarang INI sudah kesekian kalinya Saya ke Semarang. Sejak Bapak dan Ibu Mertua Saya dipindah tugas dari Tarakan, intensitas ke Kota Semarang menjadi bertambah. Jika ada kesempatan, Saya dan Istri selalu menyempatkan saat weekend berkunjung kesana. Atau sebaliknya, Bapak dan Ibu Mertua Saya yang berkunjung ke Jogja. Alasannya tidak lain karena ingin menengok anak, cucu sekaligus liburan. Sebenarnya saat mahasiswa, Saya cukup sering ke kota kota yang terletak di pesisir utara Jawa ini, untuk kepentingan organisasi atau mengisi materi acara organisasi kemahasiswaan. Dalam soal view pemandangan, Semarang memang surganya. Ya, jika kita menengok ke samping kendaraan kita baik motor ataupun mobil akan terpampang pemandangan yang cukup indah nan mempesona. Maklum, Kota Semarang telah menjadi kota pelabuhan internasional sejak ratusan tahun yang lalu. Kota Semarang terbagi menjadi dua kawasan yang dikenal dengan nama Semarang Atas dan Semarang Ba

Koran dan Buku Belum Habis!

Gambar
Source: http://the-marketeers.com SEHARI-HARI Anda suka membaca koran? Atau setiap bulan, Anda senang memborong buku bacaan di toko buku? Anda patut khawatir! Mengapa? Karena banyak pengamat media menilai masa depan koran dan buku akan tamat. Ya, buku dan koran dalam bentuk cetak diprediksi akan tidak ada lagi beberapa tahun mendatang. Alasannya sederhana, di antaranya adalah: (1). maraknya teknologi smartphone seperti IPAD, Samsung Galaxy Tab, dan Blackberry akan membuat peralihan buku dalam format cetak konvensional menuju buku dalam format digital ( e-book ). (2). Buku dan koran dalam format cetak dinilai tidak efesien dan menyebabkan pemanasan global. (3). Mahalnya bahan baku untuk cetak buku. Prediksi pengamat di atas, dinilai oleh beberapa kalangan penerbit cukup banyak berpengaruh terhadap penurunan omset usaha-usaha penerbitan. Masalah di atas belum termasuk banyak judul buku mereka yang tidak laku diretur oleh toko-toko buku besar semacam Gramedia dan Toga Mas.