Rabu, 15 Februari 2012

Refleksi 9 Tahun Majalah Sintaksis


  1. Sang Master
    5 hari setelah Hari Pers Nasional, kau lahir. 7 tahun usiamu kini, menggores pena menabuh simpati #Sintaksis
  2. Media LDK yg lewati 1 dekade (10 tahun) itu bagus. Melewati 2 dekade itu istimewa. #Sintaksis
  3. Menatap eksis di tengah fakir intelektual tapi sang pengampu amanat berbangga sebut diri kampus swasta No 1 di DIY #Sintaksis
  4. Memburu berita, mengasa analisa, di tengah ultimatum ortu utk wisuda, kru #Sintaksis buktikan ada yg masih tajam pd pena mereka. Selamat!
  5. Kamera itu penting, tablet juga berfaedah buat mobilitas kru #Sintaksis. Tapi, lebih mendesak lagi mimpi usai capai 9 tahun mau apa!
  6. Keterkaitan senior dg kru aktif #Sintaksis harus dijaga. Banyak media LDK kolaps lantaran tak ada pewarisan&pemutusan silaturahmi.
  7. Namamu ingatkan pd produk komputer awal di Amrik. besar-melegenda tapi mati. Semoga #Sintaksis tidak demikian. Sy suka ada penyegaran nama!
  8. Harus bersiap songsong masifnya web 2.0. Tak cukup elok di edisi cetak, smentara di versi daring justru tenggelam oleh jiran. #Sintaksis
  9. Mencoba bertahan mengukir kata di salah satu kampus Islam tertua republik, semoga ingatkan kru #Sintaksis akan impian Natsir dan Hatta dulu.
  10. Menjadi #Sintaksis seperti peredaran anak muda era kini: Sintal dan Eksis. Bergoyang dg iPod di telinga usai penat di kampus.
  11. Tentu, bukan kesintalan sarat penyakit; juga eksis yang kaya narsis. Karena bagi #Sintaksis, 2 kata ini wakili: adaptasi dg zaman!
  12. Seperti sebuah akademi, surutnya Bung Wildan sebagai maestro #Sintaksis, tak putuskan sistem pengaderan. Patah satu tumbuh sepuluh kru jago!
  13. Masih ada Bung Ridwan, dg semangat yg ada. Atau Bung @EdoSegara yg masih sesekali berteriak lantang membakar spirit kru #Sintaksis
  14. Maju,#Sintaksis! Pantang surut.

    Oleh : Yusuf Maulana / @OpiniYM

Tidak ada komentar: