Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011

Belajar dari Nabi Ibrahim (Sebuah refleksi Hari Raya Kurban/Haji)

Gambar
HARI raya Idul Adha, atau hari Raya Haji mengingatkan kita pada kisah manusia besar, yakni Nabi Ibrahim AS, sang teladan, pemimpin manusia dan kemanusiaan. Prosesi Haji sebagian besar merupakan “Napak Tilas” sekaligus mengungkap keteladanan Nabi Ibrahim. Ka’bah, thawwaf, Sa’i, sumur zam-zam, dan Qurban, semuanya menjadi saksi sepanjang sejarah tentang perjuangan Nabi Ibrahim beserta keluarganya dalam menempuh kehidupan, menggapai kemuliaan dan menegakkan prinsip-prinsip Tauhid. Betapa mulia dan tinggi kebesaran dan prestasi Nabi Ibrahim dalam mengarungi kehidupan, tercermin pada gelar-gelar yang diberikan Allah kepadanya. Beliau adalah seorang Ulul Azmi (Qs. Al-Ahqaf : 35), Nabi yang sangat jujur (Qs. Maryam : 41), Hanif (Qs. An-Nahl: 120), Kekasih Allah (Qs. An-Nisa’: 125), Pemulia Tamu (Qs. Adz-Dzariyat: 24-28), Uswah Hasanah (Qs. Al-Mumtahan: 4), Cerdas (Qs. Al-Anbiya: 63), Pembina Rumah Ibadah Pertama (Qs. Ali- Imran: 96), Manusia yang disebut Ummah (Qs. An-Nahl: 120),