Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Ketika Derita Mengabadikan Cinta

Gambar
"Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan..." Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.   Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu. Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepa

Hak Cipta Karya Tulis dalam Islam

Gambar
HAK cipta karya tulis adalah sejumlah keistimewaan yang dimiliki oleh seorang penulis (pengarang) yang dihargai dengan uang, terkadang disebut hak-hak abstrak, kepemilikan seni atau sastra, atau hak-hak intelektualitas. Hak finansial yang dimiliki seorang penulis adalah harga komersial dari tulisan atau karangannya. Harga tersebut dibatasi oleh mutu dan keuntungan komersial yang bisa direalisasikan dengan menerbitkan hasil tulisan tersebut dan menjualnya di pasaran. Fenomena hak cipta ini tidak pernah muncul di tengah masyarakat Islam pada masa-masa dahulu, meskipun berbagai jenis tulisan demikian berkembang luas dan merambati segala bidang. Karena para penulis biasanya hanya mengharapkan pahala dari Allah saja, dari apa yang mereka tulis. Tujuan mereka adalah menyebarkan manfaat dari tulisan mereka di setiap tempat, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Kalaupun terkadang mereka mendapatkan kedudukan atau mendapatkan sebagian hadiah, semua itu mereka peroleh secara kebetulan

Korupsi dalam Perspektif Fiqh Kotemporer

Gambar
“…Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di bawah kuasa-Nya, tidaklah seseorang yang berkhianat (gulul) di antara kamu, kecuali ia akan datang pada hari kiamat dengan menanggung beban dosa balasan gulul (korupsi) di pundaknya…” (HR. Imam Bukhari) SALAH satu fenomena yang sangat memprihatinkan dewasa ini, dalam masyarakat dan bangsa Indonesia adalah maraknya perilaku korupsi. Baik pejabat Negara, politisi, PNS, swasta atau siapapun, tak luput dari perilaku ini. Kenyataan ini sangat ironis jika dikaitkan dengan keberadaan Indonesia sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Bahkan umat Islam di negeri ini dikenal sebagai muslim yang paling bersemangat dalam melaksanakan upacara ritual keagamaan (ibadah). Masjid dan mushola ada dimana-mana. Kuota jama’ah haji yang mencapai 200 ribu lebih untuk negeri ini selalu habis. Anehnya, hal ini tidak bisa meminimalisir praktik-praktik korupsi kotor yang dilakukan para koruptor di negeri ini. Korupsi bukan kebiasaan, bukan bud