Sabtu, 20 Agustus 2011

Kolom Zona Religi (6) : Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alqur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).”
(QS. Al-Baqarah :185)

DALAM sejarah peradaban manusia, tidak ada perubahan yang demikian radikal sebagaimana perubahan yang terjadi setelah turunnya al-Qur’an. Turunnya al-Qur’an bisa mengubah kondisi manusia menjadi lebih baik dan beradab. Hal ini dikarenakan kitab yang mulia ini memiliki keunggulan-keunggulan yang membuatnya istimewa dibandingkan kitab-kitab suci sebelumnya.

Al-Qur’an adalah sebaik-baik kitab suci, yang diturunkan kepada Rasul termulia, untuk umat terbaik yang pernah dilahirkan bagi umat manusia dengan syari’at yang paling utama, paling mudah, paling luhur dan paling sempurna.

Alqur’an adalah kitab suci yang dijamin pemeliharaannya serta keotentikannya. Al-Qur’an kitab yang digambarkan oleh Allah sebagai kitab yang sangat dahsyat. Dalam surat Al-Hasyr ayat 21: “Kalau sekiranya kami menurunkan Alqur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.”

Sesungguhnya Alqur’an diturunkan tidak lain untuk satu tujuan yang agung, yakni: agar diperhatikan, sebagai pelajaran, sebagai landasan perilaku dan sebagai landasan hukum.

Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca, direnungkan, dipahami makna, perintah dan larangannya, kemudian diamalkan. Sehingga ia akan menjadi pemberi syafa’at baginya pada hari Kiamat. Allah SWT menjamin bagi siapa yang membaca Alqur’an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat, sebagaimana firman Allah dalam QS. Thaaha ayat 123: ”Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”

Ramadan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an. Bulan Ramadan memiliki kekhususan dengan al-Qur’an, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alqur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).”

Ramadan adalah bulan dilipatgandakan pahala amal kebajikan. Sebagai seorang muslim yang mengharap rahmat Allah SWT dan takut akan siksa-Nya, tentu kita akan berupaya untuk memperbanyak membaca al-Qur’an di bulan Ramadan dan bulan-bulan lainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengharap ridha-Nya, memperoleh keutamaan dan pahala-Nya.

Dalam upaya mewarnai hari-hari kita dengan membaca al-Qur’an baik itu di bulan Ramadan maupun di bulan lainnya, hendaknya membaca disertai merenungkan dan memahami maknanya, kemudian melaksanakan perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya. Jika kita menjumpai ayat yang memerintahkan sesuatu maka semoga kita pun mematuhi dan menjalankannya, atau menjumpai ayat yang melarang sesuatu maka kitapun meninggalkan dan menjauhinya. Jika kita menjumpai ayat rahmat, kita memohon dan mengharap kepada Allah rahmat-Nya atau menjumpai ayat adzab, kita berlindung kepada Allah dan takut akan siksa-Nya. 

Di samping itu, di dalam al-Qur’an juga terdapat banyak inspirasi-inspirasi dan petunjuk-petunjuk bagi kita untuk menggunakan potensi akal kita, untuk mengkaji dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Allah berfirman dalam surat Shaad ayat 29: ”lni adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai akal mendapatkan pelajaran.”

Dalam hadits shahih dari Ibnu Abbas, digambarkan Rasulullah bertemu dengan Jibril pada bulan Ramadan setiap malam untuk membacakan kepadanya al-Qur’an. Dalam hadits Ibnu Abbas menunjukkan mudarasah (kajian) antara Nabi dan Jibril terjadi pada malam hari. Ini menunjukkan dianjurkannya banyak-banyak membaca al-Qur’an di bulan Ramadan pada malam hari, karena malam merupakan waktu berhentinya segala kesibukan, kembali terkumpulnya semangat dan bertemunya hati dan lisan untuk merenungkan. Wallahu’alam. []

Sumber: Koran Tribun Jogja, 20 Agustus 2011

Tidak ada komentar: