Selasa, 16 Agustus 2011

Kolom Zona Religi (5) : Memelihara Nilai Puasa

“Sekiranya ada orang yang sudah berumur sehingga tidak mampu membaca (buta huruf) al-Qur’an dan ia tidak memiliki kemampuan untuk bersedekah, maka orang seperti ini dapat memperbesar amalan ramadan dengan membaca Laa Ilaha Illallah dan Astaghfirullah sampai jumlah yang tidak terbatas”

DEMIKIAN besarnya nilai ibadah puasa ramadan, sehingga bagi orang-orang yang melakukannya, kelak mereka di hari kiamat memperoleh kelas tersendiri di dalam syurga. Pintu masuknya pun tersendiri pula, yakni Ar-Rayyan.

Agar puasa memiliki nilai lebih, kita sebagai umat muslim yang menjalankannya harus memperhatikan hal-hal yang dapat mengurangi nilai puasa kita. Dengan berkurangnya nilai puasa kita, tentu janji istimewa syurga melalui pintu Ar-Rayyan tadi akan gagal kita peroleh.

Oleh karena itu, setiap muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan harus mengetahui apa-apa saja yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa. Perbuatan dan ucapan yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa disebutkan oleh Rasulullah sebagai berikut : Berkata dan berbuat dusta ; berbicara kotor (porno), bertengkar, dan berbantahan ;  berbuat sia-sia seperti bergurau, berkelakar, basa-basi, melawak, bersandiwara dan sejenisnya serta yang terakhir adalah menggunjing (gosip), yaitu membicarakan keadaan orang lain di luar pengetahuannya dan sekiranya orang mengetahui maka ia merasa tersinggung dan terhina.

Perbuatan tercela tersebut di atas walaupun pada dhahir-nya tidak membatalkan puasa seseorang, tetapi perbuatan-perbuatan tersebut menghilangkan nilai pahala puasa orang yang bersangkutan. Dengan kata lain, walaupun seseorang itu berpuasa, tetapi bila selama ia dalam berpuasa melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela di atas, maka sia-sialah puasanya. Kelak di akhirat dia tidak mendapatkan pahala dari Allah, justru ia mendapatkan siksa.           

Sebaliknya, ada beberapa anjuran yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW selama bulan ramadan agar ibadah kita lebih sempurna. Anjuran-anjuran tersebut di antaranya adalah : sholat tarawih (qiyamul lail), membaca al-Qur’an, dan memberi sedekah. Orang yang mau bersedekah dengan memberi makan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia akan memperoleh pahala sebesar pahala orang yang berpuasa.

Sangatlah utama jika seseorang yang mampu memberi makan untuk berbuka kepada orang-orang fakir dan miskin serta menyediakan makan sahur bagi mereka. Dengan bantuan makan berbuka dan sahur ini akan tambah banyak orang yang dapat mengerjakan kewajiban puasa ramadan dan bertambah ramailah syiar Islam.

Bulan ramadan merupakan kesempatan terbesar bagi setiap umat Islam untuk meningkatkan amal-amalnya. Sekiranya ada orang yang sudah berumur sehingga tidak mampu membaca (buta huruf) al-Qur’an dan ia tidak memiliki kemampuan untuk bersedekah, maka orang seperti ini dapat memperbesar amalan ramadan dengan membaca Laa Ilaha Illallah dan Astaghfirullah sampai jumlah yang tidak terbatas. Kedua kalimat ini dapat dibaca sewaktu-waktu baik di waktu siang maupun malam.

Semoga dengan mengetahui apa-apa yang bisa mengurangi nilai puasa dan anjuran-anjuran yang sebaiknya dilakukan di bulan ramadan, kita bisa lebih maksimal lagi dalam menjalankan puasa. Dan tentunya kita akan mendapat syurga melalui pintu Ar-Rayyan seperti yang dijanjikan Allah. Amin Allahuma Amin. []

Sumber : Koran Tribun Jogja, 16 Agutus 2011

Tidak ada komentar:

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...