Kamis, 16 Juni 2011

Cara Aman Pensiun Dini (Resign) #1



  1. Idealnya saat ini Bangsa Indonesia memiliki 2% saja entrepreuner dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia yang jumlahnya 240 juta. #Resign
  2. 2% dari jumlah penduduk Indonesia berarti sekitar 4,6 juta. Faktanya baru 0,2% jumlah entrepreuner Indonesia. Masih jauh #Resign
  3. Padahal, salah satu syarat sebuah negara maju dan berkembang, ketika jumlah entrepreneurnya mencapai 2% #Resign
  4. Apa sebab jumlah entrepreuner Indonesia masih jauh dari harapan? #Resign
  5. Kampus juga ikut berkontribusi membentuk mahasiswa lebih memilih menjadi karyawan setelah lulus. Wajar, karena tidak ada laboratorium bisnis di Kampus #Resign
  6. Latar belakang keluarga kita yang pegawai juga mendorong orang lebih suka menjadi karyawan #Resign
  7. Ada seorang teman yang sudah punya segalanya (rumah, mobil, modal). Tapi gak berani jadi pengusaha karena latar belakang keluarga pegawai #Resign
  8. Konon golongan darah B yang cocok jadi entrepreuner karena cara kerjanya melompat-lompat, target oriented, dan suka melanggar aturan #Resign
  9. Golongan darah A, AB dan O cocoknya jadi karyawan kata teman saya dalam bukunya “Pekerja Mandiri” #Resign
  10. Meski hasil riset, tapi saya gak percaya dengan penggolongan tersebut. Karena semua bisa jadi pengusaha. Hanya butuh mental-keyakinan-ikhtiar-doa #Resign
  11. Penggolongan darah tersebut lebih tepat digunakan untuk rekruitmen karyawan. Bukan menjadi penghalang buat yang ingin menjadi entrepreuner #Resign
  12. Menjadi karyawan adakalanya mengalami titik jenuh. Kadang bisa sich, diobati dengan liburan. Sayangnya obat itu bekerja sementara #Resign
  13. Saya suka miris, ada orang yang berangkat pagi, eh pulang larut malam bahkan ketemu pagi lagi #Resign
  14. Gol. 13 P: Pergi, Pagi, Pulang, Petang, Penghasilan, Pas-Pasan, Pantat Pegal-Pegal, Pala Pusing-Pusing :D #Resign
  15. Capee dech...kalau pulang jam 9 malam atau bahkan lebih larut. Kapan waktu buat keluarga ya? #Resign
  16. Tapi juga jangan gegabah. Karena gak senang sama si Bos dan tidak cocok dg teman sekantor, eh #Resign dari kerja. Itu konyol namanya.
  17. Motivasi Anda #Resign dari pekerjaan, harus Anda tanyakan ulang.
  18. Karena motivasi #Resign sangat menentukan seberapa kuat Anda bisa bertahan untuk terus konsisten meretas jalan menjadi entrepreuner.
  19. Apa niat Anda #Resign? Ribut sama si Bos atau teman kantor, krn jenuh, gaji tidak cukup, ikut-ikutan, pertentangan batin? Semua motivasi ini salah.
  20. Motivasi #Resign yang benar adalah karena kebebasan diri, Anda bisa mengatur waktu, mengambil keputusan dan aktualisasi diri.
  21. Motivasi #Resign kedua, yang benar adalah kontribusi pribadi. Maksudnya adalah Anda #Resign karena ingin berkontribusi secara maksimal dalam bidang yang Anda cintai
  22. Ada yang komplain, kenapa sich disuruh #Resign? Wong cari kerja aja susah. Lah kan Indonesia cuma butuh 2% pengusaha? Sisanya silahkan jadi karyawan. He...
  23. Ada juga yang komplain. Emang salah ya jadi karyawan? Jawab saya: "Gak kok, wong jadi karyawan nyambi punya usaha juga gak papa" #Resign
  24. Baru aja saya ketemu teman, seorang PNS. Dia memang gak #Resign, tapi punya usaha dan invest dana dimana-mana. Daripada ditabung katanya.
  25. Emang jadi pengusaha lebih mulia ya daripada jadi karyawan? Insya Allah semua pekerjaan atau usaha mulia kawan. Bahkan ada dosa yang hanya bisa ditebus dengan bekerja. #Resign
  26. Pada prinsipnya, semua pekerjaan mulia. Tukang becak sekalipun bisa sukses. Nich contohnya Mas @Harryvanyogya :) #Resign
  27. Tapi seperti kata @IpphoRight, dengan jadi pengusaha. Kita bisa melakukan hal yang lebih banyak lagi #Resign
  28. Waktu lebih banyak buat keluarga, tentunya kalau usaha sudah berjalan. 1-2 tahun memang rekoso, tapi setelah itu kita bisa santai-santai #Resign
  29. Kalau masih takut #Resign ya bisa kok jalan di dua kaki. Jadi karyawan hayo, punya usaha juga jalan. Soalnya emang butuh persiapan untuk itu.
  30. Pinjam uang untuk usaha juga lebih gampang, selagi jadi karyawan. #Resign
Nb. Kultwit #Resign akan bersambung. Simak terus TL twitter saya @EdoSegara

Tidak ada komentar:

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...