Selasa, 14 Juni 2011

Golongan Menengah, untuk Indonesia Kuat!


Judul Buku     : Untuk Indonesia yang Kuat; 100 Langkah Untuk Tidak Miskin.
Penulis           : Ligwina Hananto.
Penerbit        : Penerbit Literati.
Cetakan        : I, Januari 2011.
Tebal             : xii + 240 hlm.

IDE besar tentang memperkuat gologan menengah menjadi bahasan menarik di dalam buku ” Untuk Indonesia yang Kuat; 100 Langkah untuk Tidak Miskin” yang di tulis oleh Ligwina Hananto, seorang pakar perencana keuangan. Barangkali memang banyak pakar perencana keuangan yang kita kenal, namun menurut saya yang memiliki visi sebesar ini hanyalah Ligwina Hananto.

Mengapa golongan menengah yang disoroti oleh Ligwina? Mengapa bukan golongan bawah (miskin) yang dibidik oleh Ligwina atau golongan atas (kaya)? Menurutnya, di alam demokrasi saat ini, golongan menengah inilah yang menjadi kekuatan penentu ekonomi sebuah bangsa. Di Indonesia sendiri kuantitas golongan menengah lebih banyak ketimbang golongan atas ataupun bawah. Golongan menengah ini pula yang mampu mengurusi dirinya sendiri dan membantu orang lain.

Golongan menengah adalah golongan yang berdaya. Golongan yang mengenyam pendidikan yang cukup baik. Memiliki penghasilan karena memiliki pekerjaan atau usaha. Golongan ini bukan golongan yang perlu dikasihani. Golongan menengah merupakan motor penggerak ekonomi negeri ini. Golongan yang mampu membayar zakat dan membayar pajak.

Sayangnya, golongan menengah di Indonesia masih banyak yang tidak tertata keuangannya. Kemampuan beli golongan menengah tidak dibarengi dengan mempertahankan gaya hidup untuk jangka waktu panjang. Masih banyak golongan menengah yang tidak punya tabungan untuk masa depan anak-anaknya dan masa pensiunnya.

Mestinya golongan menengah menjadi penopang Negeri ini. Golongan menengah inilah yang seharusnya bisa meningkatkan kemampuan warga negara untuk melakukan savings (menabung) dan investment (investasi). Golongan menengah mestinya tidak perlu takut untuk investasi karena mau tidak mau kita akan menghadapi kenyataan bahwa dana pensiun kita akan besar jumlahnya. Suatu keniscayaan lain yang harus dihadapi kita adalah ’inflasi’. Sehingga mau tidak mau kita harus belajar dan berbenah menghadapi hal-hal ini.

Golongan menengah yang kuat menurut Ligwina adalah: (1). Kuat karena memiliki credit history yang sehat. (baca: tidak pernah sampai harus didatangi debt collector). (2). Kuat karena memiliki dana darurat yang digunakan untuk bertahan hidup hingga satu tahun lamanya. (3). Kuat karena memiliki rumah sendiri, walaupun dicicil sampai 15 tahun. (4). Kuat karena memiliki proteksi yang setimpal melalui asuransi murni. (5). Kuat karena berinvestasi secara reguler di reksadana. (6). Kuat karena percaya pada pasar modal negeri sendiri. (7). Kuat karena kitalah yang turun serta menggerakkan ekonomi negeri ini.

Selain membahas siapa golongan menengah, ligwina dalam buku ini juga memuat tips-tips perencanaan keuangan yang gamblang seperti: menabung saja tidak cukup, menjadi masyarakat yang mandiri dan kuat secara ekonomi, golongan menengah untuk orang sekitarnya, dan 100 langkah agar tidak miskin pada bagian akhir. Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca, tidak lain karena buku ini punya visi yang besar untuk menjadikan ’Indonesia yang Kuat’. Selamat membeli dan membaca! []

Tidak ada komentar:

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...