Jumat, 20 Mei 2011

Motivasi Buat Mahasiswa

My New Book :)
SUATU hari di Sidney, Australia. Seorang penjual roti kecil-kecilan didatangi oleh seorang Ibu-ibu. Selesai memilih roti, si Ibu ingin membayar namun dicegah oleh si penjual roti. Sambil tersenyum, si penjual roti berujar, “Ambil saja Bu. Anggap saja itu hadiah dari saya.” Si Ibu pun senang. Keesokan harinya, si Ibu menghadiahkan karangan bunga untuk si penjual roti.

Kemudian, si penjual roti didatangi oleh seorang bapak-bapak. Selesai memilih roti, si Bapak ingin membayar, namu dicegah oleh si penjual roti. Si penjual roti berujar, “Ambil saja, Pak. Anggap saja itu hadiah dari saya.” Si Bapak pun senang, keesokan harinya, Si Bapak menghadiahkan gantungan kunci untuk si penjual roti.

Lalu si penjual roti didatangi oleh seorang mahasiswa Indonesia. Selesai memilih roti, si mahasiswa ingin membayar, namun dicegah oleh si penjual roti. Si penjual roti berujar, “Ambil saja Dik! Anggap saja itu hadiah dari saya.” Si mahasiswa pun senang. Keesokan harinya, apa yang terjadi? Si mahasiswa langsung mengajak rekan-rekan Indonesia lainnya mendatangi si penjual roti. Yah, apalagi kalau bukan berharap roti gratisan! Hehehe!

Kadang, miskin itu bukan hanya soal materi, tapi juga soal mental. Si penjual roti kecil-kecilan tadi, walaupun secara materi ia belum kaya, namun secara mental ia sudah kaya. Si mahasiswa Indonesia, bisa jadi secara materi ia sudah kaya, tapi secara mental ia belum kaya. Ia masih miskin. Adalah kecelakaan besar apabila seseorang sudah jatuh pada miskin materi juga miskin mental!

~Dikutip  dari buku @IpphoRight Santosa “Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari dengan Otak Kanan”~

Tidak ada komentar: