Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Bedah Buku & Launching "Pengantin-Pengantin Al-Qud's"

Gambar

Sistem Ekonomi Islam Versi Hasan Al-Banna

Gambar
BICARA sistem ekonomi, rasanya setiap waktu punya masa kejayaannya. Mengapa demikian? Karena sudah banyak sistem yang gagal menjadi solusi berekonomi sebuah Negara. Teori demi teori juga diciptakan untuk mencari solusi sebuah ekonomi yang sempurna. Nyatanya, baik teori-teori ekonomi kapitalis dan sosialis sendiri sudah gagal. Direktur World Bank, Robert Zoellick menyatakan sendiri bahwa krisis ekonomi di dunia saat ini menunjukkan kegagalan sistem ekonomi kapitalis. Krisis ekonomi global yang melanda AS dan Barat mengidentifikasikan kegagalan sistem ekonomi Kelompok G-7. Zoellick menambahkan, “Diperlukan sistem ekonomi baru yang mampu menghadapi krisis ekonomi saat ini.” Banyak Negara-negara Barat saat ini mulai melirik sistem ekonomi Islam meski masih secara parsial. Terutama dalam mendirikan sebuah perbankan. Mereka tertarik mendirikan perbankan Islam karena sudah terbukti secara empiris bisa menjawab gempuran-gempuran krisis ekonomi dan utamanya lebih adil. Pertanyannya, bisakah

Pengantin-Pengantin Al-Quds

Gambar
Judul : Pengantin-Pengantin Al-Quds Penulis : Sakti Wibowo, dkk Penerbit : Semesta (Pro-U Media) Halaman : 181 Halaman Terbit : Maret 2011 Harga : Rp. 30.000,- Sinopsis   Aku harus merelakan suamiku bertugas mengobati luka pejuang Palestina setelah akad nikah kami selesai diucapkan di Darb al-Ahmar dua pekan lalu. Niat tulus suamiku adalah mengobati luka para mujahid, sekaligus bergabung dalam barisan mereka. Aku pun akan mengikuti jejaknya, sebagai dokter bagi para pejuang-pejuang Allah. Bagiku, ini seperti kado pernikahan kami dari-Nya. Aku serasa akan berbulan madu di negeri wangi surga ini. Semua berjalan tanpa halangan berarti sampai insiden ashar kemarin terjadi. Hari itu terjadi bentrokan antara warga Palestina dan kelompok ekstremis Yahudi yang dibekingi tentara Israel. Warga Palestina berupaya melawan keras ketika Yahudi-Yahudi itu merampasi rumah-rumah penduduk dalam penyerangan membabi buta. Saat berada di tengah kerumuman massa Palestina itulah, jantun