Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Margin Kecil Menjadi Ukuran Syariah?

Gambar
BMT Isra' Bermasalah KEBERADAAN Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah (BMT) saat ini menjadi salah satu infrastruktur penting yang turut membantu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Utamanya ikut menstimulus para Usaha Kecil Mikro (UKM) untuk mengembangkan usahanya melalui pembiayaan. Dari sejak awal perkembangan Baitul Maal wat-Tamwil (BMT) di Indonesia, bank syariah sangat aktif mendorong berkembangnya BMT. Banyak BMT yang didirikan dengan inisiatif dari bank syariah, Bahkan saat itu ada sebutan bahwa BMT adalah unit bank syariah terkecil, merujuk model BRI unit. Jumlah BMT sendiri di Indonesia saat ini mencapai ribuan. Meski berbadan hukum koperasi, BMT bisa membuktikkan jika mereka bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Contoh saja BMT Beringharjo di Yogyakarta, konon saat ini assetnya mencapai 55 Milyar rupiah (menurut penuturan Wakil Direktur BMT Beringharjo, Rury Febrianto, SE., MM.). Sebelum tumbuh menjadi sebuah lembaga yang besar seperti sekarang, BMT Beri

Syariah Memudahkan ???

Gambar
PADA sebuah kesempatan, penulis pernah iseng-iseng ingin tahu bagaimana caranya bertransaksi di pegadaian syariah. Wajar, saat itu perkembangan ekonomi syariah berkembang kemana-mana termasuk di pegadaian. Sebenarnya pas butuh uang tambahan juga untuk mudik waktu itu. (He…). Nah, sejurus kemudian saya coba bertanya-tanya apakah laptop saya yang bermerek HP bisa digadaikan di pegadaian syariah? Lalu seorang pegawainya menjawab: “Wah, mohon maaf mas. Kami hanya menerima laptop yang bermerek Thosi**. Lalu saya bertanya kembali: “Memangnya kenapa mbak kalau merek yang lain??? Apa tidak sesuai syariah???” Si pegawai menjelaskan kalau hal tersebut terkait dengan peraturan.  Kontan saya kecewa berat dengan pelayanan dari pegadaian syariah yang mempersoalkan merek dalam menggadaikan barang. Lalu saya coba menggadaikan laptop di pegadaian konvensional dan tebak apa yang terjadi? Alhamdulillah disana diterima dan dilayani dengan baik. Ya, wajar saja karena laptop yang saya punya termasuk baru

Self Publishing, Peluang Bisnis Baru?

Gambar
Self Publishing, Peluang Bisnis Baru MENGAPA harus self publishing? Begitulah kira-kira lebih jauh tentang tulisan ini. Ya, aktivitas self publishing memang akhir-akhir ini sedang menjadi trend dan primadona berbarengan dengan penerbitan buku dengan cara digital ( e-book ). Tidak perlu bermodal besar untuk bisa menerbitkan buku sendiri. Karena dengan modal yang terbatas, kita bisa mewujudkan buku-buku karya kita secara mandiri. Secara sederhana arti self publishing adalah menerbitkan buku secara mandiri. Kalau ditanya apa alasan sebagian orang memilih self publishing ? Banyak faktor yang menyebabkan orang memilih menerbitkan bukunya secara mandiri. Setidaknya menurut pengamatan saya, ada lima alasan orang memilih untuk self publishing diantaranya adalah: (1). Kapasitas kuota penerbit yang terbatas dalam menerbitkan buku. (2). Menjaga idealisme ide naskah kita. (3). Banyak penerbit yang tidak jujur. (4). Self publishing menjadi peluang bisnis baru. (untuk yang keempat) akan sa

Silaturahmi Untuk Optimalisasi Dakwah

Gambar
Ahad, 6 Juni 2010 Jamaah Shohwatul Islam (Jashtis) bersilaturohim dengan saudara seperjuangan di kampus tetangga. Kedatangan rombongan Jashtis disambut dengan sangat hangat oleh saudara-saudara dari Jamaah Al-Muqtashidin (JAM) di serambi Masjid Al-Muqtashidin fakultas ekonomi UII. Acara studi banding dan sharing LDK ini dimulai dengan tausiah dari salah satu alumnus JAM, Edo Segara, SE . Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi tentang gerak lembaga dakwah di fakultas ekonomi UII dan di kampus Amikom. Kemudian, acara diteruskan dengan diskusi holaqoh serta sharing antar bidang & badan khusus yang dibawahi Jashtis dan JAM. Diskusi dan sharing berlangsung seru, karena masing-masing bidang & badan khusus mempunyai hambatan dan kemudahan yang berbeda-beda. Tidak hanya saling membandingkan, tiap bidang & badan khusus juga saling memberi masukan satu sama lain. Karena, acara study banding ini memang ditujukan untuk saling menguatkan gerak dakwah masing-masing kampus, dan bukan