Rabu, 24 November 2010

10 Tips Bagi Orang Tua Menumbuhkan Bakat Menulis Anak

1. Rangsang anak untuk gemar membaca, baik buku fiksi anak, komik, maupun buku-buku ilmu pengetahuan popular.

2. Mendongenglah untuk anak. Selain dapat mempererat hubungan antara orangtua dan anak, hal itu juga bisa membangkitkan minat anak untuk menulis.

3. Berikan fasilitas berupa buku cerita, dongeng atau lainnya. Dari sini anak  dapat mengenal beragam bacaan yang mungkin bisa membangkitkan minatnya. Secara berkala, ajak anak ke toko buku. Beri anak kebebasan memilih buku-buku yang ia sukai.

4. Ketika anak sudah menunjukkan minat menulis, dorong ia untuk membuat sebuah tulisan. Caranya bisa dengan memintanya menuliskan kegiatan sehari-hari dibuku harian. Yakinkan anak bahwa ia bisa menulis dan menyelesaikan tulisannya.

5. Rangsang fantasi anak. Biarkan ia membaca buku-buku fantasi, kemudian ajak ia berlatih menulis carita fantasi ala mereka.

6. Ajak anak pergi ke tempat-tempat sarat inspirasi. Seperti, pantai, gunung, atau pameran buku untuk merangsang kepekaannya. Ingat, penulis butuh kepekaan. Bila kepekaannya kuat, akan makin baik karya yang dihasilkannya.

7. Berikan latihan. Misal, dimulai dengan memberikan 15 kata yang harus dirangkai menjadi satu kalimat. Latihan seperti ini membuat anak semakin mahir merangkai tulisan.

8. Jangan pernah meremehkan karya anak. Beri ia penghargaan dan dorongan untuk terus berlatih supaya semangat menulisnya tidak luntur. Bukankah dengan giat berlatih kemampuan anak akan semakin terasah.

9. Kumpulkan hasil karya anak dan ikut sertakan pada lomba mengarang. Atau, pada pertemuan orangtua-guru, usulkan agar pihak sekolah mengadakan lomba mengarang. Anda juga bisa meminta guru lebih member perhatian pada pelajaran mengarang.

10. Dorong anak agar berani mempublikasikan hasil karyanya di media massa atau mengirimkan karya-karyanya ke penerbit.

Sumber : Buku “Kids Writer” karya Eni Setiati

Tidak ada komentar:

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...