Selasa, 12 Oktober 2010

Yuk, Bisnis Online yang Syariah

Judul : Bisnis Online Syariah.
Penulis : Dwi Suwiknyo.
Peresensi : Edo Segara.
Halaman : 91 Halaman + VII
Cetakan : I, Agustus 2009.
Penerbit : Trust Media, Yogyakarta.

DALAM sebuah kaidah fikih, disebutkan: ”al-ashlu fil-mu’amalati ’ibahatu illa an-yadulla dalilun ’ala tahrimiha.” Yang artinya bahwa hukum hukum asal dalam semua bentuk muamalah adalah boleh dilakukan, kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Nah, berdasar dasar ibahah tersebut siapa saja boleh dan bebas membuat akad bisnis online jenis apapun tanpa terikat dengan nama-nama akad yang sudah ada dan memasukkan klausul apa saja, sejauh tidak berakibat memakan harta sesama dengan jalan yang bathil atau tidak bertentangan dengan asas yang lain. Paparan tersebut dibahas dalam buku ”Bisnis Online Syariah; Lebih Berkah dan Menguntungkan” karya Dwi Suwiknyo yang tebalnya 92 halaman.

Bisnis online memang sedang digandrungi oleh banyak orang ditengah meningkatnya pengguna internet di dunia. Menurut data dari Internetworldstats pada tahun 2009, bahkan Indonesia merupakan negara terbesar ke 5 setelah Cina, Jepang, India dan Korea Selatan, dalam hal pengguna jasa internet di asia. angka yang fantastis bagi negara berkembang. Data diatas menunjukkan betapa besarnya peluang bisnis melalui online. Maka keniscayaan pula jika internet menjadi sarana yang ampuh untuk menjual produk. Namun harus diakui, bahwa salah satu hambatan besar bisnis online adalah kepercayaan, dimana banyaknya terjadi transaksi palsu.

Buku ini sangat menarik, karena memberikan panduan kepatuhan aspek syariah dalam meraih penghasilan secara online. Dalam bab pertama, penulis membahas panjang lebar terkait Bisnis Online Syariah. Dimana dalam bab ini dipaparkan secara gamblang landasan hukum atau kaidah-kaidah syariah dalam berbisnis secara online. Prinsipnya bisnis online dibolehkan secara muamalah. Transaksi bisnis online syariah juga dapat berupa aktivitas bisnis yang bersifat komersil, seperti: bagi hasil, jual-beli barang, transaksi sewa, dan layanan jasa. Seperti bisnis pada umunya, bisnis online syariah juga dibenarkan untuk mengambil keuntungan dari aktivitas  komersial.

Dalam bab selanjutnya, dibab kedua, penulis memaparkan tentang As-Suq Online. As-Suq sendiri berarti market (pasar) yang mempertemukan para penjual dan pembeli atas suatu produk. Meskipun bisnis online tidak mempertemukan para penjual dan pembeli secara fisik. Namun syarat suatu market sudah terpenuhi di dalam bisnis online, dimana secara tidak langsung pasar terbentuk dengan sendirinya. Di bab ketiga, penulis membahas Bay (jual beli) Online yang dijelaskan ada tiga macam (murabahah, salam, dan istishna). Bab keempat ijarah online atau sewa-menyewa. Bab kelima, mengenai Ujrah (pembayaran) secara Online dan bab terakhir mengenai Syirkah (bagi hasil) online baik secara mudharabah ataupun musyarakah.

Semua peluang bisnis online syariah tersebut tidak hanya dijelaskan secara normatif, namun juga dengan lebih aplikatif. Dilengkapi dengan contoh, data dan gambar pendukung menjadikan isi buku ini lebih menarik dan tidak membosankan. Buku ini sangat layak dibaca oleh Anda yang ingin secara serius menekuni bisnis online secara syariah. []

3 komentar:

radiansyah mengatakan...

blogsptx oke cui

ditunggu knjunganyx ya

Farida Umi Inayati mengatakan...

iya... minat banget ama bisnis online syariah.. :)

andrie mengatakan...

Kalau menghindari penipuan di Internet, triknya gimana ya?