Minggu, 03 Oktober 2010

Surat untuk Bapak SBY

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tercinta, perkenalkan saya adalah salah satu rakyat bapak. nama saya... sudahlah tidak penting. tahun 2009 kemarin, saya memilih bapak dengan keyakinan bahwa Bapak lah yang terbaik bagi negeri ini.

Namun, hari terus berlalu, saya yang awam ini merasa ada ketidakadilan. entah, saya memang rakyat kecil pak, tak paham saya dengan politik, juga tentang harga harga dunia yang semakin melambung dan berefek pada perekonomian di Indonesia. Sekali lagi saya cuma rakyat kecil.

Benar, saya tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya di balik gonjang-ganjing politik saat ini. mungkin saya tidak adil, hati saya keras sehingga tidak mampu menerima curhatan bapak di televisi, katanya Bapak dijadikan target pembunuhan, Bapak disamakan dengan kerbau dan seterusnya dan seterusnya.

Barangkali rakyat kecil seperti saya salah mempersepsikan Bapak, tapi Bapak memiliki tim media yang sangaaaaaat buruk sekali. Sebab tim media Bapak telah sukses mencitrakan Bapak sebagai pemimpin ‘peragu’ yang plin-plan dan tidak pro rakyat.

Saya rakyat kecil pak, yang tak paham kenapa produk impor bisa begitu bebas beredar di pasaran dan melibas produsen dalam negeri. Saya rakyat kecil yang tak paham, kenapa harga harga setiap hari terus merangkak. Tahukah Bapak, berapa harga beras 1 kg sekarang pak ? Rp. 6.500, itu yang kualitas biasa saja. Berapa harga minyak goreng ? Rp. 13.000,-, gula putih ? Rp. 6.500, itu hanya 3 item, belum yang lainnya.

Anak-anak kami tetap tak bisa sekolah, sebab peraturan bebas biaya sekolah, hanyalah tinggal peraturan. orang miskin di Indonesia, dilarang sakit, sebab rumah sakit adalah sesuatu yang terlampau mewah bagi kami.

Saya tak paham, kenapa saudara saya yang bekerja sebagai PKL digusur, juga yang memiliki rumah sederhana diratakan dengan tanah, diusir. Mereka diperlakukan sebagai anjing kudisan yang tak berarti, seolah olah pengganggu. Tetapi nun di belahan indonesia sana, minimarket terus menjamur, mal-mal berdiri bebas, pabrik pabrik yang mencemari perairan kami terus dibiarkan, begitu juga dengan perumahan mewah terus bermunculan.

Bapak bilang ditelevisi bahwa bapak akan mensupport UKM kecil guna menumbuhkan usaha mikro rakyat. Tapi semua hanyalah kata kata saja. Bapak hanya bilang di media: "Saya meminta akses rakyat kecil terhadap keuangan di buka lebar.” Pak SBY yang tercinta... kata-kata hanya tinggalah kata-kata, kami membutuhkan Kepres pak, atau sebuah Perpu dan sejenisnya, sesuatu yang memiliki kekuatan hukum, sehingga kuat dan legal. Kami tak sekedar membutuhkan himbauan dan permintaan. Bukankah Bapak seorang presiden ? Bapak memiliki kekuatan untuk mengeluarkan Kepres.

Saya rakyat kecil yang tak paham, kenapa Pak Susno Duadji ditangkap padahal dia telah melaporkan sejumlah kasus korupsi. Sebaliknya, penjahat Century serta konco-konco Gayus Tambunan tidak tersentuh sama sekali.

Sudahkah bapak mendengar, ada satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, anak dan menantu yang dihukum penjara sekian bulan hanya karena mencuri 3 kg biji asam? Sudahkah bapak dengar tentang seorang nenek yang dipenjara karena mencuri beberapa biji kakao milik pemerintah? Sudahkah bapak dengar, bahwa kasus Lumpur Lapindo masih belum tuntas sampai sekarang? Padahal penjahatnya adalah Menteri Bapak sendiri yang konon katanya akan mencalonkan diri menjadi presiden di tahun 2014.

Semua kasus diatas terjadi di bawah hidung Bapak sendiri. Saya juga tidak paham, kenapa Ustad Abu Bakar Ba’asyir diperlakukan seperti itu padahal Polisi tak punya bukti apa apa, sebaliknya Anggoro, bebas berkeliaran di singapura. Padahal korupsi itu perbuatan yang biadab.

Tapi saya yakin, Bapak sudah mendengar kecelakaan kereta api di pemalang Jatim. Ataukah Bapak sudah bosan mendapat laporan sejenis yang terus berulang, sebab kecelakaan transportasi di indonesia terlampau sering terjadi.  bisa jadi, rakyat juga salah, kenapa tidak bisa teratur, naik ke ke atap gerbong seenaknya, berebutan tempat duduk, sikut sana sikut sini. tapi cobalah Bapak sedikit tegas, coba Bapak instruksikan pada Menteri Perhubungan dan Transportasi untuk menindak tegas setiap pelanggaran. Kalau perlu, yang naik atap gerbong, ditarik paksa turun, demi keselamatan, antrian penumpang diamankan, calo tiket diberantas, dan pemeriksaan kelayakan kendaraan umum diperketat. Atau Bapak lewat Menteri bapak, bisa memberi intruksi tegas tentang profesionalisme masinis, pilot, sopir, dsb. maaf pak, saya tak bermaksud menggurui Bapak, Bapak jauh lebih pintar dari saya. ini hanya usul saya saja Pak.

Saya rakyat kecil Pak, apalah daya saya? Ingin rasanya saya bertemu Bapak secara langsung, mengadukan ketidak adilan ini, tapi saya tahu Bapak sangat sibuk, jangankan menerima kunjungan saya. Saking sibuknya bahkan Bapak tak punya waktu untuk menerima kunjungan seorang anak yang badannya terbakar akibat ledakan tabung gas. Padahal katanya pemimpin itu adalah pelayan rakyat.

Apa pak? Maaf saya tak dengar bisik bisik Bapak... tolong ulangi pak. Oooo saya paham, baiklah, Bapak sekarang sedang sibuk bukan, tak bisa diganggu oleh urusan rakyat. Bapak sedang fokus mengejar target untuk menjilat kaki Amerika laknatulloh lewat proyek terorisme.

Baik Pak, baik, saya pun sudah cukup mengeluarkan uneg uneg saya. Saya akan mensudahi tulisan ini. sebagai penutup, saya hanya ingin bilang bahwa saya sebagai pemilih bapak, tidak ridho dengan semua ketidakadilan ini. Saya tidak ridho dengan kondisi ini, saya adukan hal ini kepada Dia, sebagai pemilik saya juga pemilik Bapak.

Tenang saja Pak, saya yakin, yang memiliki uneg uneg seperti ini hanya saya saja, hanya 1 orang dari 200 juta rakyat indonesia. Tapi, apa jadinya pak, jika semua rakyat berpikiran yang sama seperti saya? Mereka juga mengadukan bapak kepada Dia? Bagaimana jadinya bapak dihadapan Allah.

Tapi saya sangat menyayangi Bapak, saya mendo'akan bapak, semoga Bapak terhindar dari hal hal yang buruk, jika saat ini Bapak sedang melenceng, semoga Allah memberi hidayah kepada bapak sehingga kembali ke jalan yang lurus. Saya do'akan Bapak semoga sehat selalu sehingga bisa menjalankan tugas Bapak dengan baik. dan saya do'akan semoga Bapak diberi kekuatan dan ketegaran oleh Allah SWT untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi negeri ini. Semoga hati Bapak senantiasa lembut dan penuh kasih sayang sehingga rakyat Bapak pun semakin menyayangi bapak.

Satu lagi Pak, mohon maaf sebelum saya lupa. Tentang Ruhut Sitompul (Poltak) Pak, iya Pak yang itu... bawahan bapak di Partai Demokrat, yang suka berkoar- koar gak jelas di televisi. yang ngefans berat sama bapak, saya kira baiknya bapak memecat beliau sebab jika beliau terus dibiarkan bebas seperti sekarang, hanya akan merusak citra pak SBY. Salam, dari salah satu rakyatmu… [Yuyu Ira]



Sumber: Milist KAMMI


3 komentar:

lisa_andayani mengatakan...

Edo
Saya seneng banget dengan tulisan kamu, dimana semua yang dipikirkan oleh rakyat bisa kamu rangkum dengan bahasa yang tidak sinis namun cukup kena ke masalahnya.
Dua Jempol dengan Jihad kamu...
Tetap Tawadhu dan Berjuang di Jalan ALLAH

Edo Segara mengatakan...

Ini bukan tulisan saya mbak, tulisan teman yang saya ambil dari milist KAMMI. Saya masukkan blog agar pesan sampai, minimal ke Pak Anas Urbaningrum :)

zenma mengatakan...

cuplikan yang mantabs mas edo.. ada cuplikan lainnya kah?

http://zenma.wordpress.com/