Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Ketika (Di)keluar(kan) dari Kantor

Gambar
Judul : Resign And Get Rich: Berhenti Kerja, Jadi Pengusaha Penulis : Edo Segara Penerbit : Leutika, Yogyakarta Tahun : I, Juni 2010 Tebal : x+212 halaman Harga : Rp39.000 Pekerjaan formal seolah-olah menjadi keniscayaan di tengah kepentingan dan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Bekerja di kantor/perusahaan mungkin diimpikan banyak orang karena setidaknya bisa menjamin pendapatan finansial. Berbeda dengan yang bekerja serabutan, penghasilan setiap bulan relatif tidak bisa dipastikan. Maka, banyak orang yang ingin menjadi pekerja di kantor/perusahaan. Buku yang ditulis Edo Segara ini bisa dipandang dari pelbagai perspektif. Buku ini sepertinya memprovokasi para pegawai/karyawan untuk keluar dari kantor/perusahaan. Tidak menjadi pegawai/karyawan pun bisa memperoleh kecukupan finansial, bahkan dimungkinkan berpenghasilan lebih besar dibandingkan ketika menjadi pegawai/karyawan. Namun, pemaknaan terhadap isi buku ini tidak semata-mata seperti itu. Bagaimanapun, peg

Salim A. Fillah: Kisah dan Hikmah

Gambar
Bapak dan Ibu. Saya harus menyebut beliau berdua jika kita berbincang tentang menulis. Saya yakin, jika Allah berkenan menjadikan tiap huruf yang mengalir dari jemari saya ini sebagai kebaikan, maka kebaikan itu pertama-tama akan menjadi hak mereka. Bapak dan Ibu, dalam keterbatasan mereka, yang menyediakan untuk saya berbagai-bagai bacaan semenjak saya kecil. Saya terkenang saat saya kelas 5 SD. Ketika itu, Ibu membawa saya ke sebuah toko buku di awal tahun ajaran. Maksudnya tentu untuk berbelanja buku pelajaran dan alat tulis sebagaimana lazimnya anak lain. Karena Ibu ada kepentingan lain, beliau tinggalkan saya di toko buku dengan uang yang pas untuk membeli semua keperluan tahun ajaran baru. Saat beliau kembali, beliau hanya bisa geleng-geleng kepala. Yang saya beli adalah buku-buku yang sama sekali tidak nyambung dengan anak kelas 5. Yang ada di keranjang belanja justru buku sejarah, biografi tokoh, filsafat, dan psikologi! Seingat saya, dari lisan Ibu hanya keluar pekik, “M

Yuk, Bisnis Online yang Syariah

Gambar
Judul : Bisnis Online Syariah. Penulis : Dwi Suwiknyo. Peresensi : Edo Segara. Halaman : 91 Halaman + VII Cetakan : I, Agustus 2009. Penerbit : Trust Media, Yogyakarta. DALAM sebuah kaidah fikih, disebutkan: ”al-ashlu fil-mu’amalati ’ibahatu illa an-yadulla dalilun ’ala tahrimiha.” Yang artinya bahwa hukum hukum asal dalam semua bentuk muamalah adalah boleh dilakukan, kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Nah, berdasar dasar ibahah tersebut siapa saja boleh dan bebas membuat akad bisnis online jenis apapun tanpa terikat dengan nama-nama akad yang sudah ada dan memasukkan klausul apa saja, sejauh tidak berakibat memakan harta sesama dengan jalan yang bathil atau tidak bertentangan dengan asas yang lain. Paparan tersebut dibahas dalam buku ”Bisnis Online Syariah; Lebih Berkah dan Menguntungkan” karya Dwi Suwiknyo yang tebalnya 92 halaman. Bisnis online memang sedang digandrungi oleh banyak orang ditengah meningkatnya pengguna internet di dunia. Menurut data dari Inter

Talk Show Bisnis “Menjadi Pekerja Mandiri!”

Gambar
Apakah Anda memiliki keinginan untuk mempunyai usaha sendiri atau menjadi pengusaha? Apakah Anda masih bingung untuk mulai melangkah dan melejitkan usaha Anda? Apakah Anda benar-nemar ingin segera Resign dan mendapatkan kebebasan finansial? Eits.., jangan gegabah dulu, ketika Anda keluar dari pekerjaan pun Anda harus menyiapkan segalanya. Tidak waton (asal) keluar, karena pasti Anda memiliki keluarga toh? Jika pun tidak, masak Anda kembali minta uang dengan orangtua Anda. Maka, sebelum mengambil keputusan saat resign, ada beberapa warning dan persiapan yang perlu Anda lakukan! Talk show bisnis yang dahsyat ini akan membuka rahasia bagaimana cara melompat dari posisi karyawan menjadi pekerja mandiri lalu menjadi pengusaha sukses! Menjadi Pekerja Mandiri, Anda bisa bekerja tanpa kantor, tanpa karyawan, tanpa atasan, tanpa sekretaris, tanpa satpam, tanpa office boy, tanpa jam kerja yang monotone (8 to 5), penuh kebebasan waktu dan tempat! Di talk show bisnis ini jug

Saat Berharga untuk Anak Kita

Gambar
Penulis : M. Fauzil Adhim. Peresensi : Edo Segara. Halaman : 224 Halaman. Cetakan : Pertama, Desember 2009. Penerbit : Pro-U Media, Yogyakarta. Sungguh tepat jika Ustadz Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Az-Zikra memberi penilaian buku “Saat Berharga untuk Anak Kita” yang ditulis oleh Fauzil Adhim ini sebagai buku yang syarat pesan qur’ani . Yakni, bagaimana membuat dunia rumah tangga kita “surga” sebelum surga sebenarnya. Bagaimana tidak, begitu banyak pesan moral yang disampaikan oleh penulis yang sudah lama bergelut dalam bidang parenting, memberi konsultasi kepada para orangtua membuat kita menemukan banyak sekali contoh aktual yang nyata terjadi dan bahkan boleh jadi sering kita lakukan. Buku ini ditulis menjadi 5 bagian (bab), hampir semua bagian buku ini penting untuk dibaca karena merupakan satu kesatuan. Ditulis dengan gaya khas Fauzil Adhim yang renyah dan lincah, buku ini bukan hanya sekedar menyajikan cara praktis mengasuh anak, lebih dari itu kaya dengan sentuhan hikmah.

Surat untuk Bapak SBY

Gambar
Bismillaahirrohmaanirrohiim… Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tercinta, perkenalkan saya adalah salah satu rakyat bapak. nama saya... sudahlah tidak penting. tahun 2009 kemarin, saya memilih bapak dengan keyakinan bahwa Bapak lah yang terbaik bagi negeri ini. Namun, hari terus berlalu, saya yang awam ini merasa ada ketidakadilan. entah, saya memang rakyat kecil pak, tak paham saya dengan politik, juga tentang harga harga dunia yang semakin melambung dan berefek pada perekonomian di Indonesia. Sekali lagi saya cuma rakyat kecil. Benar, saya tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya di balik gonjang-ganjing politik saat ini. mungkin saya tidak adil, hati saya keras sehingga tidak mampu menerima curhatan bapak di televisi, katanya Bapak dijadikan target pembunuhan, Bapak disamakan dengan kerbau dan seterusnya dan seterusnya. Barangkali rakyat kecil seperti saya salah mempersepsikan Bapak, tapi Bapak memiliki tim media yang sangaaaaaat buruk sekali. Sebab tim media Bapak