Jumat, 03 September 2010

Koruptor Pergi Kau ke Neraka!


Judul : Koruptor Go To Hell; Mengupas Anatomi Korupsi di Indonesia
Penulis : Bibit S. Rianto
Terbit : Desember 2009
Penerbit : Hikmah (PT Mizan Publika)
ISBN : 978-979-3714-79-0
Halaman : 176

MENCEGAH lebih baik daripada mengobati, pendapat tersebut dikemukakan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dalam buku terbarunya “Koruptor Go To Hell; Mengupas Anatomi Korupsi di Indonesia. Buku ini ia susun hampir dua tahun, berdasar pengalamannya yang banyak terjun berhadapan dengan korupsi. Dalam buku tersebut Bibit S. Rianto mengajak masyarakat agar bersama-sama mencegah korupsi. Buku ini secara gamblang menguraikan anatomi (tubuh) korupsi yang sering terjadi di Indonesia.

Buku setebal 176 halaman ini, Bibit membedah akar dan ragam modus korupsi di Indonesia. Bagaimanapun, korupsi bukanlah suatu kebiasaan ataupun budaya bangsa, melainkan kejahatan yang dilakukan karena adanya unsur-unsur yang mendukung praktik korupsi. Sistematika penulisan pada buku ini sangat jelas dan mudah dipahami. Dimulai dengan penjelasan akar korupsi, fenomena gunung es korupsi, hingga keberadaan para mafia hukum. Dalam telaahnya, Bibit dengan sengaja mengupas potensi masalah penyebab korupsi.

Dalam buku tersebut Bibit menyampaikan bahwa koruptor bercokol nyaris di semua tempat mulai pusat peredaran uang negara hingga ke sektor penegakan hukum. Bibit juga mengurai sejumlah kerawanan sektor-sektor yang memudahkan untuk melaksanakan tindak pidana korupsi. Dia pun membedah 30 jenis tindak pidana korupsi (TPK) ke dalam tujuh kelompok korupsi. Perinciannya kelompok yang merugikan negara, tindakan yang terkait suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, perbuatan pemerasan, curang, terkait dengan benturan kepentingan dalam pengadaan, dan mereka yang terkait dengan grati fikasi.

Bab enam barangkali hal yang paling menarik dari buku ini, dimana Bibit menguraikan anatomi korupsi di Indonesia. Dengan panjang lebar, Bibit menjabarkan anatomi korupsi dari yang paling kecil, di jalanan dan angkutan umum ke pusat pusaran uang Negara, pemilihan pejabat publik, penggunaan asset Negara, pengadaan barang dan jasa, proyek pembangunan, pelayanan publik, kegiatan aparatur Negara, sampai korupsi para aparat penegak hukum. Bibit juga menjelaskan anatomi pada aspek kesisteman atau aspek peraturan.

Buku ini ditutup dengan sepak terjang para mafia kasus yang mengatur hukum bersekutu dengan oknum kepolisian, kejaksaan, pengacara, serta politisi hitam. Bahkan penulis sempat merasakan ditahan akibat skenario besar mafia kasus, politisi hitam, oknum kepolisian, oknum kejaksaan serta pengacara yang bersatu untuk menghancurkan KPK. Buku ini memotivasi agar masyarakat Indonesia lebih peduli dan berani mengkritik apabila terjadi korupsi di sekitar mereka. Akhirnya, semoga buku ini menjadi salah satu referensi bagi kita untuk mengusir koruptor ke neraka. Koruptur Go To Hell!

Tidak ada komentar: