Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2010

Tak Jadi Pegawai, Bisnis Sendiri!

Gambar
Judul Buku    : Resign and Get Rich: Berhenti Kerja, Jadi Pengusaha Penulis           : Edo Segara Penerbit         : Leutika, Yogyakarta Cetakan          : I, Juni 2010 Tebal              : x + 212 hlm Peresensi       : Hendra Sugiantoro Pekerjaan adalah ikhtiar hidup yang dilakoni manusia. Masing-masing manusia tak terlepas dari pekerjaan dalam menjalani keseharian. Pekerjaan memiliki rupa-rupa makna. Pada dasarnya, manusia telah dikatakan bekerja ketika mencangkul di sawah, memelihara ternak, memasak, dan merawat kebun. Membersihkan sampah di jalan pun merupakan pekerjaan. Entah mengapa, makna pekerjaan menyempit sekadar pada ruang-ruang formal, seperti menjadi pegawai dan bekerja di kantor. Pemaknaan menyempit atas pekerjaan ini akhirnya berdampak pada pola pikir dan apresiasi. Begitu banyak orang yang memburu pekerjaan di sektor formal. Lulusan bangku pendidikan pun tak bosan menelusuri iklan lowongan pekerjaan untuk dapat menjadi “orang kantoran”. Tak begitu banyak orang yang b

Menulis, Tradisi Intelektual Muslim

Gambar
MENULIS merupakan tradisi yang harus dimiliki umat Islam. Tradisi menulis berkaitan erat dengan tradisi membaca yang telah dititahkan Allah SWT dalam wahyu pertama. Dengan tradisi membaca dan menulis, umat Islam mencapai puncak peradabannya. Tradisi membaca dan menulis terus membingkai setiap aktivitas ulama dan intelektual muslim tempo dulu sehingga mampu mengikat ilmu dan menyebarkannya. Sebagaimana dikatakan Ali bin Abi Thalib, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” , maka ulama-ulama Islam zaman awal tidak pernah melepaskan hari-harinya tanpa menulis. Beberapa contoh ulama yang giat dan produktif menulis, diantaranya adalah: Imam Bukhari dengan Shahih Bukhari-nya, beliau tidak hanya menulis kitab itu. Ada puluhan kitab lainnya yang ditulis Imam Bukhari. Pada usia 18 tahun, Imam Bukhari telah menerbitkan kitab pertamanya Qudhaya ash-Shahabah wat Tabiin, Peristiwa-peristiwa Hukum di Zaman Sahabat dan Tabiin. Ketika menginjak usia 22 tahun, beliau menulis kitab At-Tarikh di atas mak

Perilaku Konsumen Muslim Menjelang Lebaran

Gambar
“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (Qs. Al-A’raf : 31) MENDEKATI hari raya Idul Fitri, apa yang biasa kita lakukan? Membeli pakaian baru, mengecat rumah, membeli kendaraan baru, memenuhi lemari dengan banyak kue atau apa? Atau merayakan Idul Fithri dengan mudik ke kampung halaman? Salahkah jika Hari Raya Idul Fitri dirayakan dengan memakai baju baru serta menghidangkan makanan dan minuman mewah yang lain dari hari-hari biasanya? Dalam hari raya sebenarnya tidak ada larangan menyediakan makanan, minuman, dan memakai pakaian baru. Namun akan menjadi persoalan adalah ketika kita berlebih-lebihan dalam semua hal tersebut. Padahal Rasulullah sendiri mencontohkan dihari-hari penghujung Ramadhan Dari ‘Aisyah ra, ia berkata: “Apabila telah masuk sepuluh yang akhir pada bulan Ramadhan, Nabi saw lebih giat beribadah pada malam-malamnya. Beliau membangunkan keluarganya dan beliau lebih tekun. Beliau kencangkan ika

Koruptor Pergi Kau ke Neraka!

Gambar
Judul : Koruptor Go To Hell; Mengupas Anatomi Korupsi di Indonesia Penulis : Bibit S. Rianto Terbit : Desember 2009 Penerbit : Hikmah (PT Mizan Publika) ISBN : 978-979-3714-79-0 Halaman : 176 MENCEGAH lebih baik daripada mengobati, pendapat tersebut dikemukakan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dalam buku terbarunya “Koruptor Go To Hell; Mengupas Anatomi Korupsi di Indonesia. Buku ini ia susun hampir dua tahun, berdasar pengalamannya yang banyak terjun berhadapan dengan korupsi. Dalam buku tersebut Bibit S. Rianto mengajak masyarakat agar bersama-sama mencegah korupsi. Buku ini secara gamblang menguraikan anatomi (tubuh) korupsi yang sering terjadi di Indonesia . Buku setebal 176 halaman ini, Bibit membedah akar dan ragam modus korupsi di Indonesia . Bagaimanapun, korupsi bukanlah suatu kebiasaan ataupun budaya bangsa, melainkan kejahatan yang dilakukan karena adanya unsur-unsur yang mendukung praktik korupsi. Sistematika penulisan pada buku ini