Kamis, 26 Agustus 2010

Kekagumanku terhadap Sebuah Masjid


SUATU hari sandalku hilang saat shalat disebuah Masjid. Seorang bertanya kepadaku, “cari apa mas? “ (dengan ramah ia menyapaku dan sepertinya ia sudah tahu persoalan yang aku alami) dan kontan aku pun menjawab, “Mm… ini mas, sandalku gak ada.” Ia pun menanyakan seperti apa sandalku dan memintaku untuk bersabar sebentar untuk tetap di Masjid. Dan ternyata oleh al-akh tersebut membawakan aku sandal jepit yang baru. “Ini mas, biar diganti”, aku pun sontak menjawab, “gak papa kok mas, kantor saya dekat sini. Biar saya nyeker (berjalan tanpa alas) saja, cuma sandal japit aja kok. Ia pun menjawab dengan ramah, “ini memang kebijakan masjid disini mas, kalo ada yang hilang harus kami ganti minimal sama dengan yang hilang.” Subhanallah (aku berucap dalam hati).

Bukan karena besar dan megahnya aku menyukai Masjid ini, bukan karena fasilitasnya pula aku menyukai Masjid ini. Sesekali aku merelakan diri untuk mampir di Masjid ini karena pekerjaanku mengharuskan melewatinya. Di saat adzan tiba, aku pun berhenti untuk sholat di Masjid tersebut. Ya Allah, Maha Besar Engkau, lagi-lagi aku kagum karena jama’ahnya selalu penuh meskipun itu diwaktu dzuhur dan ashar. Dari informasi yang aku dengar, bahkan mereka punya program menyediakan sarapan pagi untuk Jama’ah Masjid yang sholat Shubuh berjama’ah di Masjid tersebut. Program ini untuk menstimulus jama’ah sekitar Masjid agar sholat berjama’ah meramaikan Masjid tersebut.

Karena Rasulullah SAW pernah bersabda, Dari Abdullah bin Umar RA, bahwa: " Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat. " (HR Muttafaq 'alaihi). Dan riwayat kedua namun lewat jalur Abi Hurairah ra. disebutkan, "dengan 25 bagian." Dan dari riwayat Abi Said menurut Bukhari dengan lafadz; "derajat."Beberapa ulama menafsirkan hadits Rasulullah SAW tentang fadhilah shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dari shalat sendirian atau 25 bagian, dengan memberikan beberapa ketentuan, yaitu shalat berjamaah itu dilakukan di masjid di awal waktu. Saya meyakini, penuhnya jama’ah disaat Shubuh, bukanlah karena sarapan paginya, tapi karena mengetahui pahala yang begitu besar ketika berjama’ah di Masjid.

Prihatin menyaksikan tayangan televisi yang tidak mendidik dan cenderung merusak moral, di Masjid ini mendirikan stasiun televisi komunitas. Televisi yang ditangani anak-anak muda ini diharapkan dapat membentengi masyarakat, terutama anak-anak, dari kemerosotan moral. Sejumlah aktivis Masjid ini pula yang menangani siaran mulai kumpul di masjid. Ini karena studio TV ini mengambil salah satu ruangan di kompleks masjid. Televisi yang tayang perdana pada acara pembukaan Kampoeng Ramadhan tanggal 13 September 2009 hingga kini masih mengudara meskipun hanya dalam radius yang tak terlalu jauh. Untuk biaya mendirikan televisi komunitas ini semua ditanggung takmir. Beberapa mahasiswa jurusan komunikasi pun dilibatkan dalam produksi siaran. Mulai pengambilan gambar, pemberitaan, editing hingga pekerjaan-pekerjaan bersifat teknis.

Kekagumanku yang lain dengan Masjid ini juga karena sejumlah aktivis muda-mudi di Masjid ini yang penuh semangat dalam mengadakan acara-acara di Masjid yang berslogan “..Dari Masjid Mensejahterakan Ummat..”. Setiap Ramadhan Masjid ini selalu ramai dipenuhi, karena diadakan beberapa acara yang cukup menarik para jama’ah untuk mengunjungi atau sekedar lewat dikawasan Masjid ini. Ramadhan tahun kemarin, mereka menggelar Kampoeng Ramadan. Acara yang dikemas secara integral mulai kegiatan keagamaan, sosial, ekonomi, pendidikan, entrepreneur dan kegiatan penunjang lain.

Masjid ini pun baru saja meresmikan pembukaan Islamic Center pada tanggal 1 Februari 2010 yang di resmikan oleh Walikota Jogja, Bpk. Heri Zudianto. Masjid ini, sampai saat ini sering menampung para tamu dari luar kota yang ingin menginap di Masjid ini dengan fasilitas yang bisa dibilang cukup memadai. Slogan “..Dari Masjid Mensejahterakan Ummat..” pun bukan hanya isapan jempol karena disekitar Masjid ini dipenuhi tempat-tempat usaha yang bernafaskan dakwah dan Islam. Bahkan ada sebuah penerbit yang saat ini cukup besar berada didekat Masjid ini, dan pemiliknya salah seorang takmir Masjid ini pula. Penulis-penulis besar pun lahir dari anak-anak muda di Masjid ini. Masjid ini juga selalu konsisten memberikan bantuan ketika ada bencana bahkan sampai menggalang dana untuk Saudara-saudara kita di Palestina. Subhanallah

Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: "Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Salah satunya adalah mereka anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan Masjid (H.R. Bukhari-Muslim). Semoga anak-anak muda masjid ini dipertemukan Allah di Syurga kelak, karena amal-amalnya. Mungkin, kita bertanya-tanya apa nama Masjid ini. Masjid ini terletak di Jl. Jogokariyan 36 yogyakarta. Pasti pembaca bisa menebak sendiri nama Masjid ini.Semoga kita termasuk anak-anak muda yang hatinya terpaut dengan Masjid.Wallahua’lam

Sumber foto: www.masjidjogokariyan.org

Tidak ada komentar: