Minggu, 01 Agustus 2010

Memfungsikan Humas dalam Gerakan


Judul Buku: Humas Gerakan
Penulis : Edo Segara
Penerbit : Muda Cendekia, Jakarta
Cetakan : I, 2010
Tebal : 146 Halaman
Harga : Rp. 35.000,-

TERKAIT fungsi dan kedudukan humas sepertinya ingin ditegaskan kembali Edo Segara dalam buku ini. Edo Segara sebagai penulis buku menuturkan bahwa humas memang dalam berperan penting dalam komunikasi organisasi. Hal ini mengingat organisasi sebagai suatu sistem kemanusiaan juga harus berhubungan dengan lingkungannya, baik secara luas (nasional, regional, ataupun internasional) maupun secara sempit (dalam hubungan kerja atau perwakilan). Untuk menjaga mutu hubungan tersebut, maka diperlukan komunikasi yang tepat.

Peningkatan mutu dalam komunikasi merupakan lahan kegiatan humas (public relation). Setiap organisasi dari kegiatan awal sampai akhir akan melalui berbagai bentuk dan tahap kegiatan yang harus menyatu dan terpadu dalam rangka mencapai mutu terbaik. Perekat dari tahap semua kegiatan itu dan usaha itulah yang disebut sebagai kegiatan humas (public relation).

Lebih penting dalam buku ini adalah penulis memfokuskan humas pada organisasi gerakan. Menjadi hal yang utama bagi humas organisasi gerakan untuk mampu mengemban fungsi dan tugasnya dalam melaksanakan hubungan komunikasi baik ke dalam (intern) ataupun keluar (ekstern). Begitu pula kemampuannya untuk menjembatani atau membangun komunikasi dengan masyarakat luar. Menurut penulis buku, ada perbedaan karakter antara humas dalam organisasi gerakan dengan humas sebuah produk komersial, humas Pemerintah, atau humas hotel berbintang lima.

Dengan hadirnya buku ini setidaknya dapat menambah wacana dan referensi terkait humas. Meskipun masih dijumpai kekurangan, buku ini bisa menjadi bahan telaah dan kajian bagi para aktivis untuk menghidupkan fungsi humas dalam organisasi gerakannya. Buku ini menerangkan pelbagai hal agar humas organisasi gerakan dapat berfungsi secara baik dan prima.

Membaca buku ini, ada pemaparan dari penulis buku mengenai landasan, karakteristik dan urgensi dari humas gerakan. Tujuan humas gerakan, ruang lingkup humas gerakan, dan manajemen humas gerakan juga dipaparkan dalam buku ini. Adapun strategi membangun opini gerakan, strategi pencitraan gerakan, komunikasi dan jejaring gerakan dijelaskan penulis buku dalam bab-bab tersendiri yang tentunya menarik disimak. [] –s

Hendra Sugiantoro, Pembaca Buku, tinggal di Yogyakarta

Sumber: Kedaulatan Rakyat, Ahad 1 Agustus 2010.

Tidak ada komentar:

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...