Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2010

Kekagumanku terhadap Sebuah Masjid

Gambar
SUATU hari sandalku hilang saat shalat disebuah Masjid. Seorang bertanya kepadaku, “cari apa mas? “ (dengan ramah ia menyapaku dan sepertinya ia sudah tahu persoalan yang aku alami) dan kontan aku pun menjawab, “Mm… ini mas, sandalku gak ada.” Ia pun menanyakan seperti apa sandalku dan memintaku untuk bersabar sebentar untuk tetap di Masjid. Dan ternyata oleh al-akh tersebut membawakan aku sandal jepit yang baru. “Ini mas, biar diganti”, aku pun sontak menjawab, “gak papa kok mas, kantor saya dekat sini. Biar saya nyeker (berjalan tanpa alas) saja, cuma sandal japit aja kok. Ia pun menjawab dengan ramah, “ini memang kebijakan masjid disini mas, kalo ada yang hilang harus kami ganti minimal sama dengan yang hilang.” Subhanallah (aku berucap dalam hati). Bukan karena besar dan megahnya aku menyukai Masjid ini, bukan karena fasilitasnya pula aku menyukai Masjid ini. Sesekali aku merelakan diri untuk mampir di Masjid ini karena pekerjaanku mengharuskan melewatinya. Di s

Bisa Karena Terbiasa

Gambar
Oleh: Ridwan Hidayat MENJADI mahasiswa, harus mempunyai keterampilan menulis yang baik. Bukan berarti harus menjadi seorang yang berprofesi sebagai penulis. Melainkan harus memiliki keterampilan mengkomunikasikan hasil pikiran , ide, dan analisa lewat tulisan. Karena tulisan lah yang membedakan antara zaman prasejarah dan sejarah. Dan karena tulisan, peradaban intelektual terbentuk. Bagi kebanyakan orang, kegiatan menulis memang diakui sangat sulit. Bukan berarti tidak bisa, tetapi kegiatan tersebut tidak dijadikan sebagai sebuah kebiasaan. Seperti pisau yang tajam, karena selalu dan terus diasah. Bicara soal kebiasaan menulis, kita dapat melihat kepada seorang alumni kampus ini yang sekarang telah berhasil menerbitkan beberapa buah buku (saat diwawancarai sudah 2 buku dan 3 lagi yang akan segera terbit). Namanya, Edo Segara, Alumni FE UII tahun 2006. Saat ini ia menekuni dunia tulis menulis karena kebiasaannya menulis sejak menjadi mahasiswa. Sepintas ayah satu anak ini memang

Ekonomi Pancasila Idem Ekonomi Syariah?

Gambar
DALAM sebuah buku teranyar Dr. Anwar Abbas berjudul “Bung Hatta dan Ekonomi Islam” terbitan KOMPAS, yang merupakan hasil disertasinya, menyebutkan bahwa ide ekonomi Pancasila yang diusung oleh Bung Hatta sang proklamator Republik Indonesia, sejalan dengan maqashid al-syariah atau tujuan dari ajaran Islam. Dalam buku tersebut penulis mengelaborasi gagasan Bung Hatta tersebut dengan pemikiran ekonomi Islam yang sedang booming saat ini. Menurut Dr. Anwar Abbas, dalam karya-karya Bung Hatta jika ditelaah substansi dan norma Islam terinternalisasi didalamnya. Lebih jauh, sikap atau perilaku hidup (akhlak) Hatta sangat disiplin, jujur, kritis, ulet, telaten, cerdas, futuristis, dan inheren dalam aktivitas kesehariannya. Jika dilihat dalam pemilahan secara kategoris, Anwar menilai Hatta adalah penganut religius yang tidak menonjolkan aspek simbolisme. Bahkan menurut almarhum Nurcholish Madjid, Hatta adalah sosok yang religius. Beberapa arah pemikiran Hatta adalah, bagaimana menegakkan da

Berbisnis dengan Allah di Bulan Ramadhan

Gambar
“Wahai orang-orang yang beriman maukah Aku menunjukkan kepada kamu suatu perniagaan yang menyelamatkan kamu dari siksa yang pedih?  (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (QS. Ash-Shaff :10-11) Tak terasa, bulan ramadhan segera menyapa kita. Bulan yang begitu banyak terhampar kebaikan. Rasulullah dalam pidatonya menjelang ramadhan mengatakan, bulan ramadhan sebagai bulan yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama. Bulan ramadhan yang akan kita jalani ini merupakan bulan yang penuh berkah. Mengapa berkah? Karena bulan ramadhan merupakan bulan diturunkannya kitab suci al-Qur’an. Selain itu, dibulan ini terdapat juga malam yang lebih dari seribu bulan atau kita kenal de

Memfungsikan Humas dalam Gerakan

Gambar
Judul Buku: Humas Gerakan Penulis : Edo Segara Penerbit : Muda Cendekia, Jakarta Cetakan : I, 2010 Tebal : 146 Halaman Harga : Rp. 35.000,- TERKAIT fungsi dan kedudukan humas sepertinya ingin ditegaskan kembali Edo Segara dalam buku ini. Edo Segara sebagai penulis buku menuturkan bahwa humas memang dalam berperan penting dalam komunikasi organisasi. Hal ini mengingat organisasi sebagai suatu sistem kemanusiaan juga harus berhubungan dengan lingkungannya, baik secara luas (nasional, regional, ataupun internasional) maupun secara sempit (dalam hubungan kerja atau perwakilan). Untuk menjaga mutu hubungan tersebut, maka diperlukan komunikasi yang tepat. Peningkatan mutu dalam komunikasi merupakan lahan kegiatan humas ( public relation ). Setiap organisasi dari kegiatan awal sampai akhir akan melalui berbagai bentuk dan tahap kegiatan yang harus menyatu dan terpadu dalam rangka mencapai mutu terbaik. Perekat dari tahap semua kegiatan itu dan usaha itulah yang disebut sebagai kegiatan hu