Kamis, 17 Juni 2010

Berhenti Bekerja Jadi Pengusaha

SAHABAT sekalian, pernahkah kita merasakan bosan dengan rutinitas sehari-hari kita? Pernahkah kita merasakan kalau hidup ini hanyalah suatu rentetan perulangan yang membosankan? Dari kecil, kita sebenarnya sudah dapat merasakannya. Kita harus bangun pagi-pagi untuk bersekolah, lalu pada siangnya kita pulang, mungkin sambil melakukan aktifitas lainnya, seperti belajar, nonton TV, tidur, lalu pada malamnya makan malam, kemudian tidur, keesokkan harinya kita kembali bangun pagi untuk bersekolah, dan melakukan aktifitas seperti hari kemarin, hal itu berulang kali kita lakukan bertahun-tahun.

Dalam bekerja pun tak jauh beda dengan saat kita sekolah, kita harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke kantor, lalu pulang pada sore atau malam harinya, kemudian kita tidur, keesokan harinya kita harus kembali bekerja lagi, dan melakukan aktifitas yang sama seperti kemarin. Pertanyaannya sampai kapan Anda akan seperti ini terus?

Apakah anda merasakan nyaman dengan pekerjaan Anda? Atau ternyata kita terpaksa menerima pekerjaan ini karena tidak mempunyai pilihan pekerjaan lain. Yang paling menyebalkan adalah ketika kita benar-benar merasakan kejenuhan dalam bekerja dan merasa waktu ini habis hanya untuk bekerja. Kondisi ini diperparah dengan jabatan kita yang tak kurun naik alias  jalan ditempat. Gaji pun tak kunjung naik, segitu-gitu saja tidak berubah padahal kebutuhan pokok terus naik.

Pernahkah Anda memiliki keinginan untuk pensiun dini, karena Anda mengalami titik jenuh dalam pekerjaan Anda? Kalau ada di antara kita yang merasakan demikian, maka sebenarnya Anda sedang terkena virus. Virus? Ya virus, virus bosan menjadi pegawai. Kalau kondisi kita seperti ini, maka harus melakukan sesuatu, tidak hanya diam. Ketika pekerjaan kita tidak lagi menjadi rekreasi, maka harus kita putuskan segera untuk ambil tindakan. Memilih untuk tetap bertahan menjadi karyawan (follower)? Atau menjadi karyawan tetapi juga membuka usaha sampingan, atau secara ekstreem Anda memutuskan keluar dari pekerjaan untuk berwirausaha sendiri?

Eits, jangan gegabah dulu, ketika kita keluar dari pekerjaan pun kita harus menyiapkan segalanya. Tidak waton (asal) keluar, karena pasti Anda memiliki keluarga toh? Jika pun tidak, masak Anda kembali minta uang dengan orangtua Anda. Maka, sebelum mengambil keputusan saat resign, ada beberapa warning dan persiapan yang perlu Anda lakukan.

Motivasi dalam resign juga harus kita tanyakan ulang, karena motivasi resign sangat menentukan seberapa kuat Anda bertahan untuk terus konsisten meretas jalan menjadi pengusaha. Tanyakan dalam diri Anda, apakah niat Anda resign karena bosan jadi karyawan, gaji tidak cukup, ikut-ikutan atau pertentangan batin? Semua motivasi ini salah. Motivasi resign yang benar adalah pertama karena kebebasan diri dimana Anda bisa mengatur waktu, mengambil keputusan, aktualisasi diri dll. Yang kedua, motivasi yang benar adalah kontribusi pribadi. Yang dimaksud disini adalah kita resign karena ingin berkontribusi secara maksimal dalam bidang yang kita cintai. 

Nah, insya Allah buku ini ingin menjawab keraguan beberapa orang yang terjangkit virus bosan menjadi pegawai dengan tidak hanya menjadi follower tapi  menjadikan seorang leader sekaligus owner dalam usaha. Buku ini secara kronologis membahas opsi pilihan bisnis yang dipilih setelah resign, persiapan menuju bisnis yang diinginkan, bagaimana memulai bisnis yang diinginkan, tips-tips agar Anda bisa sukses dalam usaha dan terakhir penulis menyampaikan bagaimana menjalankan kebiasaan-kebiasaan sukses. Alla kuli hal, selamat membaca buku ini dan sukses buat Anda!

4 komentar:

Nur Afwan mengatakan...

Assalaamu'alaikum akhi...
Alfu mabruk y sdh jd pengusaha, penulis yg sukses nih..?
Bagi2 ilmunya y akh...
sekali lg alfu mabruk n ma'akum munnajaah, Amin
Wassalaam

Dunia Sprei Murah mengatakan...

Assalamu'alaikum
Apa yang Bapak sampaikan di blog ini emang benar. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Tapi sekarang dah mulai merintis usaha yang bisa saya buat pegangan dalam mencari tambahan rizki nanti..Semoga tulisan Bapak ini juga bisa menjadi inspirasi untuk semua orang..Pak nyuwun sewu ijin menyebarkan artikel Bapak ya...

DAIM mengatakan...

Assalamu'alaikum, Insya Allah tulisan Bapak bermanfaat bagi banyak orang...amin.
Saya sendiri sudah beberapa kali ganti-ganti usaha, kedepannya insya Allah mau fokus, sekarang alhamdulillah saya lagi fokus di Kuliner Mie Baso TULANG RAWAN Alzimut
www.miebaso.blogspot.com
Wassalamu'alaikum
DAIM R 081910113417

Edo Segara mengatakan...

@Dunia: Silahkan sebarkan :)
@Daim: Sukses usahanya Bapak ya? :)

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...