Sabtu, 15 Mei 2010

Doa yang (Belum) Terjawab

KADANG kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tidak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan, bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang lain dengan sangat mudahnya mendapatkan pekerjaan. Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya- tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat dan kita masih jauh dari cukup.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum punya anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu. Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.

Doa yang (Belum) Terkabul

Tentang doa yang belum terkabul, mari kita simak cerita dari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah ketika berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Saat beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mu’minin, mengapa do’a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Ud’uuni astajiblakum” (berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu). Sayidina Ali menjawab, “Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :

Pertama, Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada mamfaatnya keimananmu itu.

Kedua, Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syari’atnya. Maka, apalagi buah dari keimananmu itu? 

Ketiga, Engkau membaca Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan. 

Keempat, Engkau berkata, “Sami’na wa aththa’na (Kami mendengar dan kami patuh), tetapi kau tentang ayat-ayatnya. 

Kelima, Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka, mana bukti keinginanmu itu? 

Keenam, Setiap saat sengkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi tetap engkau tidak bersyukur kepada-Nya. 

Ketujuh, Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang nyala-nyala” (QS. Al Faathir [35] : 6). Tetapi kau musuhi syetan dan bersahabat dengannya.

Kedelapan, Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata, tetapi kau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada dia. 

Nah, bagaimana mungkin do’amu diterima? Padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do’a tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah do’amu itu, ungkap Sayidinna Ali dengan penuh wibawa.

Agar Doa Terkabul

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an, Surat Al-Qashash, ayat 77, “Dan carilah dengan rezeki yang diberikan Allah kepadamu, kebahagiaan di Akhirat. Dan jangan kamu lupakan bahagiamu (kemakmuran) di Dunia. Berbuat baiklah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat bencana di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat binasa.”

Di dalam kehidupan ini, kita tidak mungkin menjadi, berbuat, dan memiliki segalanya yang ada di dalam dunia kita yang besar dan indah ini. Anda perlu membuat suatu pilihan, Anda harus memilih, dan pilihan-pilihan yang Anda buat pada gilirannya akan menentukan seberapa sukses Anda di dalam delapan bidang penting kehidupan ini: kebahagiaan, kesehatan, kedamaian, kemakmuran, ketenteraman, persahabatan, keluarga, dan pengharapan. Semuanya bergantung pada Anda untuk memilih yang terbaik, dan merelakan yang baik.

Dalam kaitannya dengan sebuah pilihan hidup ini, pada umumnya manusia meminta pertimbangan kepada Sang Maha Kuasa, penguasa alam dan seisinya ini, dalam bentuk permohonan kepada Tuhan Allah, yang lebih sering disebut Doa itu. Setiap orang di dalam kehidupannya saya yakin pasti selalu berdoa, atau setidaknya pernah berdoa. Saya ingat ada firman Tuhan seperti ini: “Berdoalah kepadaKu, maka akan Aku kabulkan doamu”. Cuplikan ayat suci ini sudah menunjukkan pada kita, bahwa setiap doa atau permintaan manusia pasti akan dikabulkan Tuhan. Prinsipnya, Tuhan tidak pernah menolak doa ummatNya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah; kenapa banyak orang merasa doa permintaannya ke Tuhan selalu gagal? Kok Tuhan tega menolak permintaan ummatNya? Apakah Tuhan ingkar janji? Sekarang, saya berani pastikan kepada Anda, Tuhan tidak pernah ingkar janji. Tuhan adalah Dzat yang Maha Suci, jadi Dia tidak akan mengingkari janjiNya. Setiap janji Tuhan pasti akan dipenuhiNya.

Jadi, kenapa doa kita tidak dikabulkan? Banyak orang berdoa minta kekayaan, tapi kemiskinan yang didapat. Minta kesehatan, tetapi malah mereka sakit-sakitan. Minta kesuksesan, tapi malah gagal terus menerus. Kenapa? Saya akan beritahukan kepada Anda, apa sebab suatu doa tidak terkabul. Penyebabnya sebenarnya adalah diri kita sendiri. Keyakinan diri kita sendiri terhadap isi doa dan keyakinan bahwa Tuhan akan membantu serta mengabulkan doa kita adalah faktor penentu terkabulnya permintaan keinginan kita.

Saya ingat seorang ustadz pernah mengatakan tentang firman Tuhan sebagai berikut: “Aku adalah seperti apa pun yang diprasangkakan hambaKu kepadaKu”. Jadi dari firman Tuhan tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Tuhan akan mengikuti saja apa yang manusia pikirkan mengenai Dia. Apapun prasangka manusia kepada Tuhan, Dia pasti mengikutinya. Kalau kita berpikir dengan keyakinan bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa kita; terkabulah doa kita. Jika kita meragukan Tuhan nggak bakal mengabulkan doa kita; maka gagallah kita. “Jadilah, maka akan Jadilah itu”, begitu bunyi firman Ilahi di kitab Al Qur’an. Saya percaya benar akan hal itu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan.

Doa merupakan kekuatan terbesar di dunia ini, yang tersedia bagi setiap orang dalam memecahkan berbagai masalahnya. Sekarang ini, banyak orang semakin menyadari pentingnya suatu doa; karena mereka sudah merasakan bahwa doa bisa meningkatkan rasa efektivitas diri. Doa semakin memperkuat mereka dalam segala hal yang menimpa kehidupan mereka. Doa adalah suatu energi dahsyat, yang bisa mengisi ulang energi kita, yang telah menyusut habis. Dengan doa, Anda akan merasakan aliran energi masuk ke seluruh bagian tubuh Anda. Perbanyaklah doa Anda di setiap harinya, maka Anda tidak akan pernah merasakan kekurangan energi. Doa memberi Anda semangat juang, menyegarkan diri Anda.

Kekuatan doa bisa membantu Anda menormalkan kehidupan Anda, meniadakan kelemahan atau kemunduran Anda, menyehatkan fisik Anda dan membentuk sikap Anda menjadi lebih baik. Sangat penting untuk Anda pahami, bahwa Anda berurusan dengan kekuatan maha dahsyat, kekuatan paling hebat di dunia, saat Anda berdoa. Kalau Anda dengan penuh keyakinan meminta sesuatu kepada Yang Maha Dahsyat, maka Dia pasti mengabulkan doa Anda. Sebagaimana cuplikan firman Allah dalam Hadits, “Mintalah kepada-Ku, maka pasti Aku beri”.

Itulah janji Allah, Dia akan memberikan apapun yang diminta manusia. Berimanlah kepada Tuhan Allah, maka Dia pasti membantu Anda. Berdoalah selalu kepada Allah, niscaya Anda akan memperoleh apapun yang Anda minta. Tetapi yang perlu digarisbawahi di sini adalah, kenapa masih banyak orang yang memanjatkan doa kepada Tuhan, dan mereka merasa doanya tidak dikabulkan?

Banyak di antara kita yang cenderung menyalahkan Allah, karena mereka menganggap Dia tidak mau mengabulkan doa keinginannya itu. Subhanallah, Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya.Lebih berharap lagi, semoga kita tidak pernah lagi menyalahkan Allah, jika doa yang kita panjatkan dan kita mohonkan kepada-Nya belum terwujud secara nyata sebagaimana keinginan kita. Semoga kita semua bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan Kesuksesan dan Kebahagiaan Luar Biasa Prima.

Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya kawan. Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam" dan terus berdoa, insya Allah akan ada keajaiban dari Doa tersebut. Wallahua’lam

Sumber pict: http://batubutter.deviantart.com/art/memohon-keampunan-90064329

Tidak ada komentar: