Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2009

Fikih Jurnalistik ; Etika dan Kebasan Pers Menurut Islam

Gambar
Judul : Fikih Jurnalistik. Penulis : Faris Khoirul Anam. Halaman : 179 Halaman. Cetakan : Pertama, Februari 2009. Penerbit : Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur. PERAN media dalam kehidupan begitu besar dalam mempengaruhi masyarakat. Sebagai wahana informasi, media menjadi agen produksi dan reproduksi informasi. Fungsi informasi ini terkait erat dengan fungsi edukasi. Media mempunyai kekuatan dahsyat dalam mempengaruhi perubahan budaya dan etika masyarakat. Media massa memiliki kekuatan untuk mengendalikan jalan pikir, gaya hidup, keinginan, bahkan seluruh aktifitas manusia sepanjang hidupnya. Di sisi lain, media fungsi sebagai sarana kontrol sosial. Dalam konteks ini, media dituntut mampu mewartakan dengan baik fakta yang ada. Pers menyediakan dirinya sebagai media kritik yang santun terhadap fakta yang terjadi. Pertanyaan yang muncul, mampukah media bersikap

Pertarungan Malaikat dan Iblis

Gambar
ANGELS AND DEMONS adalah film yang diangkat dari novel misteri best-seller karya novelis Amerika Serikat Dan Brown yang diterbitkan pada tahun 2000. Film ini memperkenalkan tokoh Robert Langdon, yang juga menjadi tokoh utama dalam filmThe Da Vinci Code. Cerita film ini sangat mirip dengan film The Da Vinci Code, misalnya adanya teori konspirasi organisasi rahasia, alur waktu satu hari, dan Gereja Katolik Roma. Film ini bercerita tentang konflik antara organisasi kuno, Illuminati, dengan Gereja Katolik Roma. Film ini juga membahas kontroversi "Anti Materi", Yang disebut- sebut sebagai energi alternatif masa depan, tetapi dapat menimbulkan efek negatif, yaitu menjadi senjata pemusnah massal. CERN merupakan laboratorium penelitian di negara Swiss yang menciptakan “Anti Materi.” Dalam bahasa lain Anti Materi disebut sebagai partikel Tuhan. Tokoh utama dalam “Angel and Demons” adalah Robert Langdon. Ia merupakan seorang Profesor ahli Simbol di Universitas Harvard yang menyusuri

Neoliberalisme Mazhab Baru dalam Kapitalisme

Gambar
UII, Yogyakarta – Isu Neoliberalisme muncul pasca deklarsi pasangan capres SBY – Boediono. Meskipun pasangan ini mengelak untuk disebut menganut mazhab ekonomi Neoliberalisme, namun dalam perjalanannya Boediono yang pernah menjabat sebagai menteri ekonomi sejak jaman Presiden Megawati banyak menerapkan kebijakan ekonomi Neoliberal. Paham ini ditenggarai banyak pengamat ekonomi berbahaya bagi perekonomian Indonesia. Hal itu mengemuka dalam sebuah diskusi interaktif bertajuk “ Neoliberalisme dalam Kancah Perpolitikan Indonesia” di Auditorium mahasiswa FIAI UII Jalan Kaliurang, Senin (25/5) kemarin. Hadir sebagai pembicara Dosen Ekonomi Islam UII, Nur Kholis serta hadir pula pegiat Imperialism Watch Forum (IWF), Yoyok Tindyo Prasetyo dan dimoderatori oleh Edo Segara dari Institut Studi Analisa dan Propaganda (INSAP) Yogyakarta. “Neoliberalisme merupakan mazhab baru dalam ideologi ekonomi Kapitalisme yang diusung ole Milton Friedman dan Frederick Hayek. Dalam perjalanannya ketika Presid

‘Keluarkan Kucing dari Karung...’

Gambar
Oleh Budi Cahyana HARIAN JOGJA DEPOK – Media massa harus memberikan informasi yang utuh dalam peliputan pemilihan Presiden (pilpres), meski demikian, dalam implementasinya, pembaca sering menemukan ketidakberimbangan berita dalam peliputan pilpres. Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk “Wajah Media Menuju Pilpres 2009” di Student Center Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Jum’at (15/5) kemarin. Hadir sebagai pembicara Pemimpin Redaksi Harian Jogja, YA Sunyoto, serta pemerhati media dari Institut Studi Analisa dan Propaganda (INSAP) Yogyakarta, Edo Segara. “Pers berfungsi memenuhi hak tahu masyarakat, termasuk dalam pilpres kali ini. Jangan sampai masyarakat memilih Presiden seperti memilih kucing dalam karung. Jadi, Pers harus berperan mengeluarkan kucing dari karung, supaya masyarakat benar-benar tahu siapa yang akan mereka pilih,” terang YA Sunyoto. Menurut pria asal rembang, Jawa Tengah itu, hal penting dalam pemberitaan media massa secara utuh adalah mengabarkan sisi positi

Memilih Yang Paling Layak (Telaah Konsep Kepemimpinan Ibnu Taimiyah)

Gambar
“Pengangkatan pemimpin untuk mengurusi perkara kaum Muslimin ini mutlak harus dilaksanakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pilihan yang amat selektif bagi orang-orang yang pantas ( al-mustahiqqin ) untuk memangku jabatan tersebut.” [Ibnu Taimiyah] Pemilu legislatif telah usai dan kini Indonesia menyongsong pemilihan presiden bulan Juli 2009. Menjadi relevan ketika calon-calon pemimpin yang terpilih kelak tahu persis konsep kepemimpinan Islam. Kenapa konsep kepemimpinan Islam menjadi begitu penting? Tidak lain karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Maka sudah selayaknya pengangkatan pemimpin untuk mengurusi perkara kaum Muslimin ini mutlak harus memperhatikan Islam sebagai agama yang agung. Oleh karena itu, perlu dilakukan pilihan yang amat selektif bagi orang-orang yang pantas ( al-mustahiqqin ) untuk memangku jabatan tersebut. Maka menarik untuk menelaah konsep kepemimpinan Ibnu Taimiyah dalam kitabnya as-Siyasah Syar’iyyah fi Islahir-ra’i war-Ra’iyyah. Ada bebera