Rabu, 29 April 2009

Kasak-kusuk Berebut Kursi Capres dan Cawapres

Menjelang Pilpres para petinggi parpol banyak yang kasak-kusuk mencari partner untuk diajak berkoalisi. Jika kita melihat koalisi yang ada, parpol masih mengabaikan kepentingan rakyat. Apa buktinya? Buktinya beberapa parpol berkoalisi hanya untuk alasan kursi RI 1 dan RI 2. Golkar sendiri cerai dari Partai Demokrat hanya karena alasan tidak dipilih oleh SBY sebagai Cawapres. 

Peta koalisi yang ada sekarang memang hanya pada 2 blok, blok Megawati dan blok SBY. Megawati dengan PDIP didukung Gerindra, Hanura dan Golkar sedangkan SBY dengan Demokrat didukung oleh PKS dan PKB. Namun tidak menutup kemungkinan blok ini akan bertambah menjadi 3 jika akhirnya Megawati memilih Cawapres dari Partai Golkar. Blok yang akan keluar dari megawati ini akan diusung oleh Prabowo dengan Gerindra didukung oleh PAN, PPP, dan Hanura. Atau Golkar akan memilih berkoalisi dengan Hanura untuk mengusung JK- Wiranto.

Karena cawapres pula beberapa partai pecah kongsi serta tarik-menarik dukungan koalisi. PAN misalnya, pecah suaranya menjadi 2. Ketua MPP PAN menginginkan PAN berkoalisi dengan blok Cikeas (Demokrat), sementara Ketua Umum PAN menginginkan koalisi dengan Blok Teuku Umar (PDIP, Gerindra dan Hanura) dengan alasan platform yang sama dalam masalah ekonomi kerakyatan. PPP pun punya masalah yang serupa, kubu Bachtiar Chamsyah selaku Ketua Dewan Pembina PPP menginginkan berkoalisi dengan Demokrat sementara kubu Suryadharma Ali menginginkan koalisi dengan blok PDIP.

Jika PAN dan PPP masih belum bulat suaranya, Golkar nasibnya lebih tragis setelah ditolak oleh Demokrat negosiasi dengan PDIP pun menemui jalan buntu. Karena Megawati ngotot jadi Capres, Jusuf Kalla pun demikian. Kondisi Golkar lebih berat lagi setelah dalam Mukernas PDIP kadernya menginginkan Megawati berpasangan dengan Prabowo. Lalu seperti apa nasib Golkar? Karena emosi sesaat menjadikan nasib partai beringin ini menjadi tidak menentu. 

Ada wacana pula 6 partai (Golkar, PDIP, PAN, Gerindra, Hanura, dan PPP) akan menggalang Koalisi besar untuk membendung koalisi Cikeas. Namun persaingan akan tetap sengit jika harus menentukan RI 1 dan RI 2. Sepertinya jika parpol hanya mementingkan RI 1 atau RI2 maka yang terjadi koalisi ini tidak akan pernah terwujud. Maka sebuah keniscayaan jika ke depan ada tiga pasangan yang akan maju dalam Pilpres bulan Juni mendatang. Tiga pasangan tersebut menurut prediksi saya adalah 1. SBY dan Hidayat Nur Wahid, 2. Megawati dan Prabowo 3. Jusuf Kalla dan Wiranto. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenangnya? Semua terserah anda yang akan memilih :)

Tidak ada komentar:

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...