Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2009

Ideologi dan Kebohongan Media

Gambar
DALAM penggunaan sehari-hari,kata “ideologi” cenderung bermakna negatif, sinonim dengan tipu daya dan kefanatikan. Ideologi juga sering dibedakan dengan pragmatisme dan kebenaran. Ideologi itu mempunyai ragam efek yang lebih konkret termasuk perilaku dan kebijakan yang mengilhami dan membatasi. Faktanya semua media baik media massa atau elektronik memiliki ideologi yang mereka pegang. Dari awak pimpinannya sampai bawahannya. Berikut beberapa definisi ideologi menurut beberapa pakar. De Tracy adalah pengikut rasional gerakan abad ke-18 yang dikenal sebagai pencerahan – yang kritis terhadap otoritas tradisional dan mistifikasi ajaran agama. De Tracy memandang “Ideologi” sebagai ilmu tentang pikiran manusia (sebagaimana biologi dan zoologi adalah ilmu tentang spesies) yang mampu menunjukkan arah yang benar menuju masa depan. Pengikut De Tracy adalah Napoleon Bonaparte. Menurut Karl Marx, ideologi sebagai konsep yang negatif sangat penting. Marx selalu mengkritik mere

Kemampuan Komunikasi, Modal Dasar Suksesnya Public Relations (PR)

Gambar
PUBLIC RELATION (PR) atau yang kadang disebut dengan Hubungan Masyarakat memiliki posisi yang sangat penting dalam sebuah organisasi maupun perusahaan, terutama bila organisasi tersebut sering berinteraksi dengan masyarakat luas. Posisi PR sangat menentukan opini publik sebuah organisasi, hal tersebut dikarenakan PR merupakan salah satu front liner penting dalam menentukan citra sebuah organisasi atau perusahaan. Menurut Reza Rahman (MQ Trainer), saat menyampaikan materi pada acara Public Relation Short Course “Make Your Good Relationship, Get Your True Partnership” pada Rabu, (20/06), di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), seorang PR harus memiliki beberapa skill diantaranya adalah menguasai teknik komunikasi verbal maupun non verbal karena hal itu akan menimbulkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Penguasaan terhadap kemampuan komunikasi tersebut menurut Reza menjadi modal dasar bagi suksesnya seorang PR. Selain itu, Ia juga mengungkapkan,

Capres PKS Gelar Dialog dengan Pengusaha DIY

Gambar
YOGYAKARTA – Ribuan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memadati Stadion Mandala Krida. “Kampanye ini bukan show of force, tapi sudah saatnya masyarakat tahu seperti apa dan bagaimana kader PKS di Yogyakarta,” kata anggota Dewan Syura PKS, Hidayat Nur Wahid. Pada kampanye yang dihadiri sejumlah penhibur seperti pelawak Tarzan, Ribut Srimulat dan Grup Band Gigi, Hidayat mengatakan PKS akan berusaha maksimal meraih target pemilu 20 persen suara dalam pemilu legislatif kali ini. Jika target terpenuhi, PKS akan mangajukan capres sendiri. Hidayat mengajak kader dan simpatisan PKS menyukseskan pemilu legislatif. Selain agar PKS bisa mengajukan Capres/Cawapres sendiri, Ketua MPR ini menyatakan terpilihnya wakil rakyat yang berkualitas sangat diperlukan untuk memperbaiki produk legislasi. Hidayat mengatakan, kampanye terbuka juga bisa menjadi ajang bagi pemilih untuk menilai komitmen parpol, terutama menilai komitmen parpol, terutama komitmen kampanye damai.

Sandiago S. Uno: Menggapai Sukses dengan Bimbingan Allah SWT

Gambar
"Segala himpitan hidup dijalaninya dengan optimis. Bermodal ilmu, kerja keras, disiplin dan kedekatannya dengan-Nya, ia meraih perstasi puncak di usia muda." KEHILANGAN pekerjaan yang mapan karena perusahaan tempatnya bekerja bangkrut terhempas krisis tahun 1998, tak membuat laki-laki ini frustasi. Kesulitan hidup ia jalani dengan sikap optimis. Ia kemudian banting setir merintis bisnis menjadi wirausahawan. Jerih payahnya terlihat hari ini. Sepuluh tahun kemudian, laki-laki ramah ini telah berhasil menjadi entrepreneur sukses dengan omzet usaha mencapai miliaran rupiah. Pada tahun 2008 Enterprise Asia menobatkannya menjadi Entrepreneur of The Year untuk predikat pengusaha terbaik. Ia adalah Sandiaga Salahuddin Uno. Sandi panggilan akrabnya mengaku menjadi pengusaha karena “kecelakaan”. Sebab, sejak awal ia tak pernah berniat menjadi pengusaha. Cita-cita awalnya adalah menjadi top manager atau direktur di sebuah perusahaan. Namun, jalan hidupnya ternyata berka