Rabu, 31 Desember 2008

Nabi Juga Seorang Enterpreuner

Berdaganglah kamu, sebab lebih dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan diantaranya dihasilkan dari berdagang.”
(Rasulullah SAW.)

Rahasia keberhasilan dalam perdagangan adalah jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pelanggan. Dengan berpegang teguh pada prinsip ini, Nabi telah memberi contoh yang terbaik untuk menjadi pedagang yang berhasil. Sebelum menikah dengan Khadijah, Muhammad telah berdagang –sebagai agen Khadijah- ke Syria, Jerussalem, Yaman dan tempat-tempat lainnya. Dalam perdagangan-perdagangan ini, Muhammad mendapatkan keuntungan yang melebihi dugaan. Tidak sepeser pun yang digelapkan dan tidak sesen pun yang dihilangkan oleh Nabi.

Banyak agen yang sebelumnya bekerja dengan Khadijah, namun tak seorangpun yang bekerja lebih memuaskan dibandingkan dengan Muhammad. Rasulullah memiliki sifat jujur, integritas, sikap baik dan kemampuan berdagang yang luar biasa sampai-sampai Khadijah jatuh hati kepadanya. Jika tidak karena pribadi Muhammad yang luar biasa, tidak mungkin seorang perempuan kaya raya seperti Khadijah memberanikan diri untuk melamar Muhammad.

Sudah kita kenal bahwa perdagangan (berwirausaha) merupakan induk keberuntungan. Sejarah bangsa-bangsa di dunia juga memperlihatkan bagaimana dengan berdagang dan berniaga, orang bisa menjadi kaya dan bangsa-bangsa tersebut mendapatkan wilayah yang sangat luas diseluruh dunia. Dengan demikian, perdagangan merupakan pertanda baik bagi kesejahteraan yang menjadi tulang punggung untuk memperoleh kekayaan. Nabi pernah berkata: ”Berdaganglah kamu, sebab lebih dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan diantaranya dihasilkan dari berdagang.”

Didalam al-Qur’an juga dipertegas oleh Allah: ”Dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” (Qs. An-Naba’ : 11). Ini merupakan petunjuk untuk berdagang dan beberapa bentuk kegiatan lain agar seseorang dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya. Allah dalam al-Qur’an juga memberikan motivasi untuk berdagang pada ayat berikut: ”Tidak ada dosa atas kamu mendapatkan harta kekayaan dari Tuhanmu” ...”Bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah rahmat Allah.” (Qs. Al-Jumu’ah: 60). ”Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” (Qs. Al-Baqarah: 275). Rasulullah bersabda: ”Mencari penghasilan halal merupakan suatu tugas wajib.”

Abu Bakar as-Shidiq, Khalifah pertama dari Khulafaur Rasyidin memiliki usaha dagang pakaian. Umar bin Khatab, pemimpin kaum beriman sang penakluk kekaisaran Persia dan Byzantium memiliki usaha dagang Jagung. Usman memiliki usaha memiliki usaha dagang bahan pakaian. Imam Abu Hanifah memiliki usaha dagang bahan pakaian. Kaisar Mughal yang Agung Aurangzeb dari India makan dari penghasilan cangkir-cangkir buatan tangannya sendiri. Ketika para pengikut nabi hijrah ke Madinah bersama-sama Nabi, mereka dinasehati oleh Rasul agar berdagang untuk penghidupan mereka. Banyak lagi contoh yang membuktikkan bahwa setiap Muhajjir yang saleh telah melakukan berbagai jenis perdagangan untuk memenuhi nafkahnya sehari-hari. Wallahua’lam

1 komentar:

Hermin N mengatakan...

Seharusnya negeri ini punya banyak orang kayak gini nih. Kita yg tidak bisa atau tidak mau bikin sesuatu untuk dijual, kita bisa jadi reseller, atau pialang, atau perantara, atau makelar.

Jadi kalau perlu apa-apa, cari penjual yg bisa ditanya, 'ada harga khusus ndak, buat dijual lagi ?'
Nah kalau ada, kita bisa jadi reseller. Kita beli sesuai kebutuhan kita, lalu tunjukkan ke tetangga, teman, saudara, atau siapapun, bahwa Anda punya banyak barang 'seperti ini'. Tunjukin yang Anda beli itu, siapa tahu ada yg tertarik. Kalau beli satu segini, lima segini, selusin segini. Setelah order ngumpul, kita tinggal order pada penjual aslinya. Gampang kan ?! Kalau ndak laku ? Ya dipakai sendiri. Awalnya kan, kita beli barang itu karena butuh.

Bagi yg suka ngenet, kalau pas masuk ke web / blog penjual, baik barang maupun jasa, kita juga bisa lho, jadi reseller. Biasanya di web, kita lihat gambarnya dulu. Mana yang cocok kita beli. kemudian lakukan seperti di atas.

Mau mulai ?
Awali dulu dengan produk-2 yang murah, menarik.
Misalnya sandal. Coba lihat di http://KutaSandal.blogspot.com

Selamat jadi pengusaha.

Petuah Pak Cah, Menulis tak Butuh Bakat Melimpah

"Menulis itu tidak memerlukan bakat yang banyak, tinggal mau atau tidak." Itu kalimat-kalimat awal seorang Cahyadi Takari...