Kamis, 09 Oktober 2008

Inti Filsafat Ekonomi Islam

SEBELUM membahas tentang inti filsafat ekonomi Islam, ada baiknya kita mempertanyakan beberapa pertanyaan mendasar dalam ilmu ekonomi Islam. Jika saat ini berkembang industri perekonomian syariah seperti bank syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, koperasi syariah, hotel syariah, swalayan syariah dan lain-lain. Sebenarnya sdakah teori dalam ekonomi Islam? Sehingga kemunculan industri-industri syariah tadi yang disebutkan di awal tidak sekedar menjadi trend yang sedang berkembang saat ini.

Para akademisi masih bersilang pendapat tentang adanya teori ekonomi Islam. Apakah ekonomi Islam itu sebuah teori. Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin ilmu. Ada yang menilai teori ekonomi Islam tidak ada, mereka yang mempunyai pandangan seperti ini menganggap ekonomi Islam hanya ekonomi moral. Sedangkan sebagaian pengamat menilai teori ekonomi Islam itu ada. Teori ekonomi Islam bersumber dari al-Qur’an dan hadits sebagai pijakannya. Perdebatan tersebut akan kita jawab dengan mengaitkannya dengan filsafat ekonomi Islam.

Apapun hasil tentang perdebatan tentang adakah teori dalam ekonomi Islam, ada baiknya kita mengkaji filsafat. Karena teori lahir setelah ada proses pemikiran yang panjang (filsafat) lalu diuji (verifikasi) sehingga timbulah sebuah teori. Proses filsafat mencari tahu itu menghasilkan kesadaran, yang disebut pengetahuan. Jika proses itu memiliki ciri-ciri metodis, sistematis dan koheren, dan cara mendapatkannya dapat dipertanggung-jawabkan, maka lahirlah ilmu pengetahuan. "Filsafat adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan (realitas)." Filsafat merupakan refleksi rasional (fikir) atas keseluruhan realitas untuk mencapai hakikat (kebenaran) dan memperoleh hikmat (kebijaksanaan).

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang (1) disusun metodis, sistematis dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan (realitas), dan yang (2) dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) tersebut. Makin ilmu pengetahuan menggali dan menekuni hal-hal yang khusus dari kenyataan (realitas), makin nyatalah tuntutan untuk mencari tahu tentang seluruh kenyataan (realitas). 

Namun banyak orang yang lupa bahwa filsafat itu bersumber dari Agama. pemikiran tentang ekonomi Islam lahir dari respons para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi pada masa mereka. Pemikiran ekonomi Islam tersebut diilhami dan dipandu oleh ajaran al-Qur'an dan sunnah dilanjutkan dengan ijtihad (pemikiran) dan pengalaman empiris mereka. 

Pemikiran adalah sebuah proses kemanusiaan, namun ajaran al-Qur'an dan sunnah bukanlah pemikiran manusia. Yang menjadi objek kajian dalam pemikiran ekonomi Islam bukanlah ajaran al-Qur'an dan sunnah tentang ekonomi tetapi pemikiran para ilmuwan Islam tentang ekonomi dalam sejarah atau bagaimana mereka memahami ajaran al-Qur'an dan sunnah tentang ekonomi. Obyek pemikiran ekonomi Islam juga mencakup bagaimana sejarah ekonomi Islam yang terjadi dalam praktek historis. Wallahua’lam

Tidak ada komentar: