Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2008

Demokrasi dan Kebebasan Pers

Gambar
DEMOKRASI , menurut definisi yang pernah diberikan oleh Abraham Lincoln, salah satu Presiden Amerika, tidak lain adalah “government by the people, from the people and for the people”. Dalam sistem demokrasi, kedaulatan berada di tangan rakyat. Rakyatlah yang memilih dan memberhentikan pemimpinnya. Rakyat juga secara aktif terlibat dalam menyusun berbagai kebijakan publik, sekaligus mengawasi pelaksaanannya oleh pemerintah. Untuk bisa melaksanakan hak-hak politiknya itu, rakyat perlu well-informed, perlu mendapatkan informasi yang benar, jujur dan lengkap mengenai segala permasalahan bangsa dan negara. Informasi yang dibutuhkan rakyat, sebagian besar, berasal dari media massa. Dalam era informasi yang ditandai oleh semakin canggihnya teknologi informasi, ketergantungan publik atas media massa untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya diakui semakin besar. Bukan hanya itu, pengaruh media terhadap masyarakat pun semakin besar. Untuk itu, pers di sebuah negara yang menganut sist

Jurnalisme Damai, Apa Mungkin?

Gambar
“JURNALISME damai atau menyelesaikan persoalan yang saya ingin bangun di media ini pak,” dengan semngat berapi-api menjawab wawancara seorang pemilik salah satu media Islam. “Jangan sampai media ini mengangkat tulisan-tulisan yang menyulut konfrontasi. Media massa dalam pemberitaan hendaknya dalam lebih menyejukkan pikiran, bukannya membakar emosi audiens, apalagi lawan-lawan yang bersebrangan. Seperti pemberitaan non-Muslim di media ini, menurut saya hanya menyulut perpecahan yang lebih luas, tambah saya. Ya, itulah sekilas ringkasan jawaban saya dalam sebuah wawancara untuk menjadi reporter di sebuah media Islam yang cukup lama dan konon orang bilang cukup radikal. Tapi, nyatanya ide saya tersebut justru menjadi penyebab gagalnya saya masuk menjadi reporter di media tersebut. Padahal menurut informan seorang teman yang lebih dulu menjadi wartawan dimedia tersebut, nilai saya masuk 3 besar. Karena yang akan direkrut untuk masa percobaan adalah 3 orang. Atau mungkin juga karena bahasa

Bank Syariah Lebih Adil

Gambar
Oleh: Salaby Ma'arif & Edo Segara   SAAT ini kita sering mendengar dan akrab dengan perbankan syariah. Sebuah institusi keuangan yang menjalankankan fungsinya dengan berlandaskan syariah islam. Berbeda dengan tiga tahun yang lalu misalkan, mungkin diantara kita masih asing dengan institusi ini bahkan kalaupun sudah mengenal, tidak jarang yang menyangsikan akan keberadaannya. Namun yang jelas bahwa keberadaan perbankan syaariah sampai saat ini masih terus tumbuh dan berkembang hingga ke pelosok negeri dengan berbagaimacam fasilitas yang ditawarkan. Fungsi utama perbankan secara keseluruhan adalah sebagai lembaga intermediasi yang memfasilitasi pembiayaan bagi para nasabah yang memiliki peluang untuk maju dengan cara mengumpulkan dana dari para aghniya (orang kaya) untuk menempatkannya di bank. Tak lain halnya dengan perbankan syariah, justru fungsi ini lebih menonjol dari perbankan konvensional. Upaya untuk memutarkan dana dari pra aghinya kepada para calon aghniya (nasabah)

Tangkap Perampok Obligor BLBI;Selamatkan Uang Rakyat 600 Triliun!

Gambar
SEBUAH buku pemberian seorang teman tentang “Skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)”, mengusik saya untuk menuliskan tulisan ini. Lembar demi lembar buku yang ditulis oleh Marwan Batubara, dkk. sungguh menyeruak kasus BLBI yang sudah 10 tahun berlangsung namun kasus hukumnya belum selesai juga. Para perampok uang Negara tersebut masih berkeliaran menghirup udara bebas, bahkan beberapa orang diantaranya dipublikasikan oleh Majalah Forbes dan Globe Asia masuk daftar sederetan orang-orang terkaya di Indonesia, sungguh ironis! Tulisan ini tidak bermaksud menyaingi para senior saya seperti Marwan Batubara, Kwik Kian Gie, Hendri Saparini, Fadhil Hasan dan para ekonom lainnya yang berkontribusi menulis buku “Skandal BLBI: Ramai-ramai Merampok Negara.” Tentunya kapasitas saya sangat jauh dengan mereka. Bagaikan langit dan bumi, karena mereka adalah orang-orang hebat yang sangat expert di bidangnya. Saya hanya sederetan orang pengagum kehebatan mereka. Jujur saja tulisan ini ha

Inti Filsafat Ekonomi Islam

Gambar
SEBELUM membahas tentang inti filsafat ekonomi Islam, ada baiknya kita mempertanyakan beberapa pertanyaan mendasar dalam ilmu ekonomi Islam. Jika saat ini berkembang industri perekonomian syariah seperti bank syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, koperasi syariah, hotel syariah, swalayan syariah dan lain-lain. Sebenarnya sdakah teori dalam ekonomi Islam? Sehingga kemunculan industri-industri syariah tadi yang disebutkan di awal tidak sekedar menjadi trend yang sedang berkembang saat ini. Para akademisi masih bersilang pendapat tentang adanya teori ekonomi Islam. Apakah ekonomi Islam itu sebuah teori. Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin ilmu. Ada yang menilai teori ekonomi Islam tidak ada, mereka yang mempunyai pandangan seperti ini menganggap ekonomi Islam hanya ekonomi moral. Sedangkan sebagaian pengamat menilai teori ekonomi Islam itu ada. Teori ekonomi Islam bersumber dari al-Qur’an dan