Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2008

Noel J. Coulson: Hukum dan Moralitas (5)

Gambar
DALAM pembahasan bab kelima ini, Coulson ingin membahas problem hukum dan moralitas saat ini yang menjadi subyek perdebatan yang hangat dikalangan umat Islam. Dalam Islam moralitas menjadi perhatian yang sangat penting. Hukum Islam sendiri memasukkan prinsip pelaksanaan moralitas seksual yang keras, hal ini menjelaskan tentang tentang hukuman yang ditetapkan bagi pelanggaran zina. Sedangkan menurut hukum di Inggris, hubungan sekssarual diluar pernikahan bukan merupakan pelanggaran hukum terkecuali diperburuk oleh keadaan antara keduanya, seorang gadis muda usia, ada hubungan darah dengan orang yang berzina, atau tingkah laku yang tidak alami seperti sodomi. Di lain pihak hukum Islam menganggap hubungan seksual diluar nikah adalah bentuk kejahatan dan kemaksiatan, kecuali hal itu antara suami dan istri atau pada masa lalu antara seorang majikan dengan budaknya. Pada saat yang sama pertanggungjawaban dari person-person itu terhadap perbuatan zina, dalam prakteknya, untuk mendap

Noel J. Coulson: Idealisme dan Realisme (4)

Gambar
JIKA dalam pembahasan tiga bab sebelumnya Noel J. Coulson lebih menitikberatkan kepada perumusan dan perkembangan doktrin hukum oleh para ahli hukum Islam. Maka di bab ini Coulson ingin membahas praktek-praktek hukum Islam itu sendiri termasuk administrasi hukum melalui pengadilan resmi negara Islam. Semisal pengangkatan pejabat qadi pengadilan yang cenderung berlawanan dengan aspirasi dari para ulama – fuqaha tradisional, seperti pada kasus pengangkatan Ibnu Faruk, seorang faqih dari mazhab maliki berpusat di Qayrawan, secara tegas menolak jabatan qadi yang ditawarkan kepadanya oleh Gubernur setempat. Ibnu Faruk terpaksa menerima jabatannya, karena diancam oleh Gubernur saat itu. Pada abad pertengahan, untuk memangku jabatan hakim. Salah seorang ulama Mesir, sampai pergi menyembunyikan diri ketika diminta untuk memangku jabatan qadi. Mereka punya anggapan ketika menjabat menjadi qadi, ia telah melukai tenggorokan dengan pisau. Coulson mempertanyakan apakah literatur hukum pen