Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2008

Noel J. Coulson: Otoritas dan Kebebasan (3)

Gambar
DALAM pembahasan di bab ketiga ini, Noel J. Coulson ingin melihat ukuran kebebasan seorang hakim atau faqih dalam menentukan hukum, dan sekaligus membandingkannya dengan sikap dan pandangan yang secara umum berlaku sejak awal abad pertengahan sampai abad sekarang dengan pola pandang baru seperti yang muncul di Negara-negara Islam kontemporer. Yurispendensi Islam adalah sebuah wacana pemikiran untuk memahami istilah-istilah hukum Allah secara tepat. Dalam dua pembahasan sebelumnya telah diuraikan sifat dari proses pemahaman ini dan telah diamati hasil-hasil yang beragam darinya. Pertanyaannya sekarang adalah otoritas apa sehingga doktrin yang dihasilkan mampu menguasai praktek-praktek baik bagi ahli hukum yang tugasnya menjelaskan hukum secara rinci maupun bagi hakim yang tugasnya mengaplikasikan hukum. Dalam interpretasi teks wahyu Allah yang telah diterima umum atau dalam peraturan menyangkut kasus yang baru, apakah seorang hakim atau ahli hukum memiliki kebebasan personal untuk

Noel J. Coulson: Kesatuan dan Keragaman (2)

Gambar
DALAM pembahasan di bab kedua ini, Noel J. Coulson ingin mendiskusikan prinsip konflik tentang kesatuan dan keragaman dalam hukum yurispendensi Islam. Noel J. Coulson menganggap bahwa konflik kesatuan dan keragaman dalam doktrin hukum Islam adalah alami dan merupakan konsekuensi logis dari dua elemen pokok dari hukum Islam yakni, wahyu dan akal. Bagi Noel, wahyu Tuhan menunjukkan faktor yang pasti dan konstan namun akal manusia menunjukkan faktor yang berubah-ubah. Demikian juga didalamnya ada konflik antara sesuatu yang ideal dengan keadaan yang sebenarnya. Noel mencoba menguggat konflik kesatuan dan keragaman dengan sebuah diktum yang berasal dari Nabi Muhammad Saw. mengenai “Perbedaan pendapat dikalangan umatku adalah rahmat dari Allah.” Diktum ini bagi Noel menjelaskan dan menjustifikasi yurispendensi Islam bahwa adanya pandangan yang sangat bervariasi dalam ajaran fiqh yang dirumuskan oleh para fuqaha. Noel mengambil contoh perbedaan mazhab dalam mazhab Hanafi, Maliki, Sy

Noel J. Coulson: Wahyu dan Akal (1)

Gambar
NOEL J. COULSON (1928-1986) dikenal sebagai sarjana kenamaan dalam kajian hukum Islam di perguruan tinggi Barat. Karirnya mulai nampak ketika ia menerima beasiswa untuk belajar ke Kable Coolege, Oxford dalam bidang kajian sejarah klasik dan bahasa-bahasa Timur. Di perguruan tinggi tersebut ia berjumpa dengan ahli hukum Islam kenamaan Joseph Schacht yang karya-karyanya hingga kini tetap menjadi rujukan bagi mereka yang menekuni kajian hukum Islam. Di bawah bimbingan Schacht, Coulson menekuni bidang pemikiran hukum Islam abad klasik dan menengah. Coulson dikenal cukup produktif dalam menulis. Tidak kurang dari 26 buah karya tulis yang telah diterbitkan. Satu diantaranya adalah ”Conflicts and Tensions in Islamic Jurisprudence” (Konflik dalam Hukum Yurispendensi Islam) yang sedang kita bahas ini. Karya ini merupakan hasil kuliah secara berseri yang disampaikan di Chicago University, Amerika Serikat. Buku ini merefleksikan keahlian Coulson dalam bidang hukum Islam pada masa klasik,