Selasa, 05 Maret 2013

Sudah Berbuat Apa Untuk Negeri Ini ? (Sebuah Catatan Iseng)

APA yang sudah kamu lakukan buat Negeri ini ? Ini pertanyaan yang muncul akibat sebuah postingan iseng saya dalam sebuah broadcast Blackberry massenger. Rupanya ada yang emosi ketika membaca postingan plesetan Pancasila yang sebenarnya mengkritik tentang sepak terjang koruptor yang ada di Negara kita. Seorang teman ada yang menganggap itu sebagai bentuk pelecehan dan tidak menghargai para pendahulu yang sudah bersusah payah merumuskan Pancasila. Ok lah, saya hargai pandangan itu. Karena memang pikiran semua orang tidak sama ketika membaca sesuatu. Ada yang pro dan ada yang kontra dan hal tersebut merupakan keniscayaan. 
 
Pertanyaan seorang teman di awal tulisan ini membuat saya agak tertantang untuk menjelaskan apa yang sudah kita lakukan buat Negeri ini. Sebenarnya saya juga bisa bertanya balik, apa yang sudah Anda lakukan buat Negeri ini ? Tapi saya tidak ingin berdebat kusir dan membanggakan diri di forum tersebut. Karena apa pun yang kita lakukan jika orang sudah tidak suka dengan kita, ya sampai kapan pun tetap saja akan dianggap miring. Hehehe ! 
 
Kembali ke pertanyaan tentang apa yang sudah kita lakukan untuk Negara ini. Prinsip saya sederhana dalam menanggapi pertanyaan ini. Apa saja kegiatan atau misi kita yang positif, itu sebagai bentuk sumbangsih penting buat Negeri ini. Bayar pajak, tidak melanggar hukum, bisnis yang berijin, jadi PNS yang tidak korup dan masih banyak lagi. 
 
Apa iya, untuk bisa berkontribusi kepada Negara harus jadi Presiden ? Harus menjadi anggota DPR ? Harus jadi Gubernur, Walikota ? Atau harus masuk menjadi anggota Partai Politik ? Jawabannya menurut saya tidak perlu. Tapi saya juga tidak alergi lho dengan Partai Politik. Hehehe !

Anda punya pegawai 3-10 karena usaha yang Anda buat, menurut saya Anda sudah membantu Negara ini mengurangi pengangguran. Anda punya LSM atau komunitas yang melakukan kegiatan sosial, Anda sudah banyak membantu Negara ini. Lakukan perbaikan terus-menerus, bantu masyarakat yang kurang mampu, itu merupakan kontribusi buat Negara ini. Anda jualan makanan pun, jika visinya untuk menyehatkan anak bangsa, Anda sudah melakukan sesuatu untuk Negeri ini Bung ! 
 
Sebenarnya saya penasaran, apa yang ada di pikiran teman saya itu. Apa yang menjadi definisi dia berbuat sesuatu pada Negeri ini. Yang saya tahu beliau bekerja di sebuah bank syariah nasional yang cukup besar. Apakah harus seperti dia untuk berbuat kepada Negeri ini ? Oke lah, Bank tersebut banyak membantu masyarakat dalam pendanaan dan program CSR-nya. Tapi apakah kemudian memandang sebelah mata orang yang di luar pekerjaan dia ? Tukang parkir misalnya, penjaga tol, petugas pom bensin pertamina, atau hanya pedagang makanan bayi seperti saya dianggap tidak berbuat sesuatu buat Negara ini ? Anda salah Bung ! Saya dan mereka sudah banyak berbuat di bidangnya masing-masing. Dan kami, tidak perlu sombong kepada Anda. 
 
Sebenarnya saya ingin bilang apa yang sudah saya lakukan, tapi nanti amal saya hilang cuma gara-gara menanggapi teman saya tersebut. Saya hanya ingin berpesan pada teman saya tersebut. Syukur jika ia membaca tulisan ini. “Bung, jangan suka meremehkan orang jika tidak ingin suatu saat Anda diremehkan. Anda sendiri yang bilang, hargai orang lain jika ingin dihargai.” Perkataan Anda, saya balikkan ke Anda ya, hehehe ! Oke sip, salam damai ! []

Selasa, 15 Januari 2013

Lama Tak Menulis (Blog)

RASANYA cukup lama sekali tidak menulis buat rumah saya yang satu ini. Entah ada yang membaca atau tidak, tapi sejak dulu saya cukup rajin memposting tulisan-tulisan di blog ini. Alasannya sederhana, banyak ide dan masalah yang bisa saya tulis di blog ini mulai dari yang paling remeh-temeh sampai tulisan yang paling serius. Kadang dengan menulis juga bisa menjadi pelipur lara ketika sedang sedih atau galau. Halah, malah jadi curcol. Hehehe ! 
 
Saya sendiri tidak mengkhususkan menulis di blog ini terkait dengan tema spesifik yang terus-menerus saya bahas. Karena saya senang menulis, jadi saya tulis saja apa yang ada di kepala saya. Padahal jika di forum-forum kepenulisan, saya termasuk orang yang sering menyarankan ke teman-teman untuk fokus menulis pada bidangnya. Saya jadi ragu dengan saran saya itu, karena memang banyak sekali persoalan yang bisa kita tulis tanpa perlu memperhatikan apa background kita. 
 
Terus terang, banyak faktor yang menyebabkan saya jarang menulis. Salah satunya adalah ketika sedang ingin menulis, komputer ini sering dikuasai ‘secara paksa’ oleh anak saya untuk nonton film superhero, film kartun edukasi, atau hanya sekedar bermain game Plants Vs Zombie kesukaannya. Sebenarnya bukan itu ya penyebabnya, hehehe ! 
 
Jujur saya sedang fokus menyelesaikan tesis saya dan sedang konsen mengembangkan bisnis baru saya (bisa cek di www.omegabubur.com). Saat malam sebenarnya banyak waktu, tapi seringkali saya sudah terlalu letih terus kemudian harus segera beristirahat agar bisa bangun lebih awal. Pagi-pagi saat fajar juga bukan waktu yang ideal buat saya untuk menulis, karena saya sudah disibukkan dengan aktivitas menyiapkan barang-barang untuk berjualan pagi-pagi. 
 
Sebenarnya waktu yang ideal untuk saya menulis adalah ketika siang dan saat pagi dinihari pukul 2 – 3 pagi. Mengapa siang ? Karena siang biasanya anak saya sedang tertidur. Tapi kadang saya ikut tertidur juga. Kalau pagi dinihari, kadang sayanya yang susah bangun. Kalaupun bangun biasanya karena ada jadwal bola klub kesukaan saya. Dasar banyak alasan, hehehe !

Ah, apa pun alasannya, saya tidak akan meninggalkan aktivitas menulis. Karena aktivitas ini memang sudah kita lakukan sejak kecil kan ? Bayangkan, bagaimana bersusah payahnya orangtua kita untuk menyekolahkan kita sejak kecil hanya untuk agar kita bisa berhitung dan menulis. 
 
Selain itu, menurut saya banyak manfaat dari menulis. Menulis bagi saya bukan untuk menjadi terkenal atau mencari duit semata. Saya menulis karena ingin ide-ide saya bisa didiskusikan, lalu menjadi manfaat banyak orang. Itu alasan yang paling prioritas bagi saya buat menulis. Jadi jangan khawatir, bagi yang menanti buku-buku saya selanjutnya, yang sabar ya… (Halah, koyok ono sing baca ae, hehehe !). Ya wes, udah dulu ya. Semoga ini tulisan yang bisa mengawali agar saya semangat menulis kembali. Chayo ! []